Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaHukum

Netizen Geram Oknum TNI AL Sang Pembunuh Sadis Itu Berkelit Jadi Penadah Mobil Bodong

Views
×

Netizen Geram Oknum TNI AL Sang Pembunuh Sadis Itu Berkelit Jadi Penadah Mobil Bodong

Sebarkan artikel ini
Netizen Geram Oknum TNI AL Sang Pembunuh Sadis Itu Berkelit Jadi Penadah Mobil Bodong

Koma.id Netizen saat ini tengah diliputi kemarahan dan mengecam tindakan oknum anggota TNI AL pelaku penembakan terhadap Ilyas Abdurrahman dan Ramli Abu Bakar di Saketi, Pandeglang, pada Kamis, 2 Januari 2024. Kejadian tragis ini terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, saat oknum TNI AL tersebut menembak Ilyas di dada dan tangan, sementara Ramli menderita luka tembak serius yang menembus perutnya.

Tindakan oknum TNI AL ini memicu perdebatan sengit di media sosial, terutama terkait pernyataan mereka yang mengklaim tidak terlibat dalam jaringan penadah. Oknum TNI AL pembunuh itu mengaku membeli mobil Honda Brio yang sebelumnya disewa oleh dari pihak rental. Namun, pernyataan tersebut sangat diragukan, karena mereka tidak dapat menunjukkan bukti transaksi yang sah atas pembelian mobil tersebut.

Silakan gulirkan ke bawah

Bahkan anak Ilyas, Rizki Agam, dengan tegas menyatakan ketidakpercayaan terhadap klaim tersebut. “Legalitas transaksi itu tidak ada,” ujarnya, menunjukkan ketidakjelasan mengenai klaim asal-usul mobil yang dibeli oknum TNI AL sang pembunuh sadis tersebut.

Selain itu, sikap oknum TNI AL yang mengaku sebagai pembeli mobil juga semakin mencurigakan, terutama saat pertama kali korban bertemu dengan oknum TNI AL si pembunuh sadis itu di kawasan Saketi.

Saat ini masyarakat dan netizen di berbagai platform media sosial pun mengungkapkan rasa geram dan kekecewaannya. Mereka tidak percaya dengan pengakuan oknum TNI AL sang pembunuh sadis tersebut, karena itu hanya tipuan sebagai upaya pembelaan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Pernyataan oknum TNI AL yang berkelit dan mengklaim bahwa mereka bukan bagian dari jaringan penadah hanya memperburuk citra TNI, yang seharusnya menjadi simbol perlindungan bagi masyarakat. Sungguh sangat disayangkan oknum TNI AL yang dibayar rakyat lewat pajak itu justru menjadi sang pembunuh sadis.

Netizen beranggapan tindakannya yang jelas-jelas mengindikasikan peran sebagai penadah, bersama dengan kekerasan yang ditimbulkan, menunjukkan bahwa oknum ini seharusnya mendapat sanksi tegas bahkan bila perlu dihukum mati. Sebab, penembakan terhadap Ilyas dan Ramli tak hanya merusak hidup korban, tetapi juga mencoreng nama baik institusi TNI AL.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.