Koma.id, Jakarta – Muncul gerakan ‘Anak Abah Tusuk 3 Paslon’ di tengah persaingan tiga bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta.
Ketua KPU DKI Wahyu Dinata mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih sesuai mekanisme. Wahyu menerangkan pihaknya akan mengintensifkan kembali sosialisasi kepada masyarakat.
Dia menyebut KPU DKI akan mengedukasi pemilih untuk menggunakan hak pilih dengan benar.
Sementara, Anies berpendapat jika hak memilih merupakan hak konstitusi yang harus dihormati. Anies beranggapan jika munculnya gerakan itu adalah ekspresi yang dikeluarkan sejumlah masyarakat.
Ekspresi yang muncul ini lanjut Anies tak lepas dari respons atas kondisi demokrasi saat ini.
Berbeda dengan JK yang lebih berpesan agar masyarakat tak emosi menyikapi dinamika kontestasi tersebut.












