Koma.id – Ribuan mahasiswa Universitas Trisakti akan menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Jumat (19/6/2026). Aksi yang diinisiasi Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti itu diperkirakan diikuti sekitar 1.000 mahasiswa dan menjadi salah satu unjuk rasa besar yang berlangsung di Ibu Kota hari ini.
Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Dhenni Ribowo, mengatakan massa akan berkumpul terlebih dahulu di kawasan Tugu 12 Mei Trisakti sebelum bergerak menuju lokasi aksi. Menurutnya, demonstrasi tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa mengawal jalannya pemerintahan dan menyuarakan aspirasi masyarakat.
Dalam seruan yang diunggah melalui akun resmi Kepresma Trisakti, mahasiswa menyebut aksi digelar sebagai bentuk partisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi serta respons atas berbagai persoalan nasional yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.
“Mahasiswa sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal jalannya pemerintahan serta memastikan setiap kebijakan berpihak kepada kepentingan rakyat,” demikian pernyataan Dhenni Ribowo, dikutip Jumat (19/6/2026).
Selain menyoroti kondisi ekonomi dan politik nasional, mahasiswa juga membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan penataan pemerintahan dan penguatan demokrasi. Berdasarkan informasi yang disampaikan penyelenggara, aksi akan mengangkat isu perbaikan kondisi ekonomi nasional, penertiban pejabat publik yang dinilai tidak kompeten, serta penguatan supremasi sipil dalam penyelenggaraan negara.
Beberapa tuntutan lain yaitu:
1. Turunkan Harga Bahan Pokok
2. Turunkan BBM dan Tingkatkan Kesediaan BBM Subsidi
3. Hentikan Pemborosan APBN
4. Hentikan Sementara dan Evaluasi total MBG
5. Perbaiki Komunikasi Pemerintah Kepada Publik
6. Menolak UU POLRI
7. Bebaskan Seluruh Tahanan Politik
8. Hentikan Reresifitas Aparat dan Hentikan Militerisme di Indonesia Timur di Ranah Sipil
9. Tolak PSN yang tidak Pro Terhadap Rakyat
Aksi ini juga disebut berangkat dari semangat historis Universitas Trisakti yang dikenal sebagai “Kampus Reformasi”. Kampus tersebut memiliki keterkaitan erat dengan peristiwa Reformasi 1998, termasuk Tragedi Trisakti yang menewaskan empat mahasiswa dan menjadi salah satu pemicu lahirnya gerakan reformasi nasional.
Kepresma Trisakti mengajak seluruh mahasiswa untuk mengenakan jas almamater dan terlibat dalam aksi secara tertib. Selain itu, panitia juga membuka donasi untuk mendukung kebutuhan operasional demonstrasi sebagai bentuk solidaritas antar-mahasiswa.
Aksi mahasiswa Trisakti menambah rangkaian demonstrasi yang belakangan marak digelar mahasiswa di berbagai daerah. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah kelompok mahasiswa menyoroti isu ekonomi, pelemahan daya beli masyarakat, kebijakan pemerintah, hingga penguatan supremasi sipil dalam kehidupan bernegara.













