Koma.id – Kedatangan Jaksa Agung ST Burhanudin ke Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, mendapat penolakan dari elemen Aliansi Mahasiswa Resah (Amarah) Brawijaya.
Jaksa Agung, ST Burhanudin hadir dalam seminar nasional di Auditorium Universitas Brawijaya, Rabu siang (27/8).
Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel
Koordinator lapangan aksi Muhammad Rangga Syawalluddin mengatakan, penolakan mereka lakukan karena Jaksa Agung gagal menuntaskan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM.
“Hal ini merupakan bentuk upaya merawat ingat akan perjuangan almarhum Munir Said Thalib yang juga merupakan Alumnus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya,” ujar Rangga.
Kata Rangga, mereka sengaja menggelar aksi dengan simbolis memakai topeng wajah Munir.
Menurutnya, percuma Jaksa Agung hadir di Universitas Brawijaya jika tak ada komitmen menuntaskan kasus Munir.
“Kedatangan Jaksa Agung di Kampus Munir tanpa adanya kejelasan perkembangan kasusnya dapat dinilai sebagai wujud praktik impunitas bagi pelaku pelanggaran HAM,” ketusnya.
Dia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal penegakan hukum pelanggaran HAM.
“Kami mengajak seluruh masyarakat terus menggaungkan tuntutan ‘Usut Tuntas’ demi komitmen bangsa dalam menegakkan keadilan,” pungkasnya.













