Koma.id – Film dokumenter ‘Dirty Vote’ mendadak menjadi sorotan publik di tengah berlangsungnya masa tenang jelang hari pencoblosan 14 Februari mendatang.
Diklaim, film menyorot isu kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Hingga Selasa (13/2/2024), setidaknya ada lebih dari 400.000 post di X yang membahas film tersebut.
Di tengah ramainya percakapan soal ‘Dirty Vote’, ternyata yang mendominasi adalah sentimen negatif. Setidaknya begitu menurut laporan terbaru Drone Emprit, berdasarkan data di X, TikTok, dan berita online sejak 10-12 Februari 2023.
“Volume percakapan sejak 10 Februari 2024 ketika film ini diumumkan akan dirilis di YouTube, kemudian saat diluncurkan pada 11 Febuari, hingga perdebatan di hari berikutnya, memperlihatkan tren yang terus meningkat,” kata pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi dalam akun X personalnya.
Dalam periode analisis Drone Emprit, ada total 276.965 mention terkait film Dirty Vote di X. Mayoritas sebanyak 50% atau 139.724 memberikan komentar negatif.
Sementara itu, ada 43% yang memberikan narasi positif terhadap film tersebut. Jumlah mention-nya tercatat 119.320. Lalu, sebanyak 6% obrolan bersifat netral atau sebanyak 17.921 mention.
Tren serupa tampak di TikTok. Laporan Drone Emprit menunjukkan ada total 17.868.786 interaksi di TikTok terkait Dirty Vote.
Mayoritas sebanyak 52% memberikan tanggapan negatif, jumlahnya 9.335.410 interaksi. Lalu 41% memberikan tanggapan positif atau sebanyak 7.336.239 interaksi. Terakhir, ada 7% yang bersikap netral atau sebanyak 1.197.137 interaksi.
Sentimen negatif di TikTok sebagian besar dari pendukung Prabowo-Gibran yang menganggap film ini fitnah. Mereka menyebut film ini black campaign yang segaja dikeluarkan pada masa tenang. Mereka mengajak sesama pendukung untuk tetap “All in 02” dan tidak terpengaruh oleh film Dirty Vote.













