Koma.id – Artis Nikita Mirzani mengaku kecewa dengan penayangan film dokumenter Dirty Vote yang diproduksi rumah produksi WatchDoc dan disutradarai Dandhy Laksono.
Film tersebut berisi tentang pendapat tiga ahli hukum tata negara, yakni Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari tentang dugaan kecurangan Pemilu 2024. Nikita melihat pendapat itu tidak berimbang karena hanya menyorot pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tertentu.
Hal itu diutarakan Nikita dalam akun media sosialnya yang dikutip, Selasa (13/2/2024). Menurutnya, jika film ini dibuat berimbang, maka menjadi karya yang bagus.
Lebih lanjut, menurutnya film ini merupakan bagian dari _black campaign_ dan menodai masa tenang sebelum pemilu 14 Februari 2024 mendatang.
“Film Dirty Vote adalah black campaign versi akademis. Bayangkan, pemilu belum dimulai sudah menuduh curang dan arahan tuduhan selalu ke Pak Jokowi dan paslon nomor dua,” tambahnya.
Dari unggahannya itu, Nikita meyakini bahwa calon presiden dan wakil presiden yang didukungnya itu telah difitnah dan dijatuhkan kredibilitasnya demi kepentingan politik kotor.
“Film ini makin membuat saya yakin, bahwa nomor urut 2 saat ini sedang difitnah, dianiaya dan dizalimi. Tetap nomor 2 di hati,” tandasnya.
Sebagai informasi, Sebuah film dokumenter berjudul Dirty Vote yang diproduksi oleh rumah produksi WatchDoc dirilis pada Minggu (11/2/2024) siang melalui platform media sosial YouTube.
Dalam film tersebut ditampilkan tiga pakar hukum tata negara, yakni Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari yang menyebutkan adanya dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024.
Tak hanya itu, mereka juga melontarkan kritikan kepada Bawaslu lantaran dinilai gagal melakukan pengawasan terhadap aturan perundangan yang dilanggar tersebut. Terlebih Bawaslu dianggap hanya berani memberikan teguran ringan, agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi.













