Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
NasionalPolitik

Jelang Pilpres 2024: Cak Imin Bongkar Ideologi Anies, Gubernur Lemhanas ke Tim Ganjar, dan Prabowo-Gibran Menunjukkan Sinyal Duet Maut!

Views
×

Jelang Pilpres 2024: Cak Imin Bongkar Ideologi Anies, Gubernur Lemhanas ke Tim Ganjar, dan Prabowo-Gibran Menunjukkan Sinyal Duet Maut!

Sebarkan artikel ini
Jelang Pilpres 2024: Cak Imin Bongkar Ideologi Anies, Gubernur Lemhanas ke Tim Ganjar, dan Prabowo-Gibran Menunjukkan Sinyal Duet Maut!
Ilustrasi Pemilu Serentak 2024.

Koma.id Dalam dinamika menjelang Pilpres 2024 terus berkembang dan terjadi sejumlah peristiwa. Di antaranya pada Rabu (11/10/2023) di acara Temu Juang Aktivis Jogja untuk AMIN (Anies-Imin) di University Club UGM Sleman, DIY. Bacawapres Muhaimin Iskandar menyampaikan pandangannya terkait sosok Anies Baswedan yang ia nilai tidak menganut paham Islam radikal. Malah, menurutnya, Anies cenderung memiliki pandangan yang lebih liberal.

Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, berencana menjalani kunjungan ke pondok-pondok pesantren (ponpes) untuk melakukan klarifikasi lebih lanjut mengenai ideologi yang dianut oleh Anies Baswedan. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk memahami lebih dalam pandangan dan keyakinan Anies.

Silakan gulirkan ke bawah

Sementara itu, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Andi Widjajanto, secara resmi terlibat dalam Tim Pemenangan Nasional (TPN) untuk mendukung Ganjar Pranowo. Andi menyatakan niatnya untuk segera bertemu dengan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) untuk membahas keterlibatannya dalam TPN Ganjar Pranowo.

Namun, ia juga menegaskan bahwa keterlibatannya dalam politik tidak akan berdampak negatif terhadap lembaga yang dipimpinnya, yakni Lemhanas.

Di sisi lain, Bakal calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto, memberikan tanggapan terhadap usulan yang datang dari Dewan Perwakilan Cabang (DPC) di berbagai daerah terkait Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal cawapresnya. Prabowo mencatat usulan tersebut dan berencana untuk menyerahkannya kepada partai koalisi yang akan memutuskan langkah selanjutnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.