Koma.id – Seluruh aliansi buruh yang terdiri dari PUK, PTP, PK, PPA se- Provinsi Banten menggelar konsolidasi akbar, jelang aksi unjuk rasa 10 agustus 2023, di Jakarta. Konsolidasi ini bertempat di bilangan hotel Kota Tangerang Rabu 12 Juli 2023.
Ketua Umum DPP KSPSI Mohammad Jumhur Hidayat menyatakan konsolidasi tersebut mengajak seluruh pekerja buruh untuk berpartisipasi melakukan aksi unjuk rasa di jakarta pada 10 Agustus 2023 mendatang, dan kegiatan kali ini merupakan rangkaian konsolidasi.
Jumhur Hidayat menjelaskan konsolidasi ini yang ke 6, dimana sebelumnya dilaksanakan kosolidasi di berbagai daerah diantaranya Bogor, Bandung, Kerawang, Jakarta dan Banten, dan tema aksi unjuk rasa 10 Agustus 2023 mendatang mendesak pencabutan UUD Omnibuslaw.
Ia menegaskan Omnibuslaw perlu dicabut karena undang undang tersebut merupakan kebijakan yang tidak berhikmat kepada rakyat ( buruh ).
Koordinator AASB ini mengatakan, rapat akbar ini menjadi pesan kepada Pemerintah dan DPR bahwa perlawanan kaum buruh terhadap regulasi-regulasi yang nyata-nyata dan jelas merugikan kaum buruh dan rakyat Indonesia pada umumnya, sebagaimana halnya UU Cipta Kerja, tidak akan berhenti dan akan terus dilawan.
“Jadi, aliansi yang terdiri dari puluhan konfederasi dan federasi ini tidak akan pernah menyatakan berhenti sebelum regulasi-regulasi yang sontoloyo itu, yang meminggirkan orang kecil yang sudah terpinggirkan itu, dicabut,” tegasnya.
Ia mengatakan, berdasarkan teori, pencabutan itu bisa dilakukan karena apapun perubahan dalam suatu kebijakan bisa dilakukan dengan berbagai cara, dari tekanan publik, dari kajian intelektual, maupun dari para pengambil keputusan yang berkesadaran.
Ketika kajian publik tidak menghasilkan perubahan yang bagus karena pengambil keputusan tidak memiliki kesadaran, maka tekanan massa atau public pressure dari civil society itu bisa dilakukan untuk mendorong terjadinya perubahan itu.
“Kita tidak mengkudeta, tidak makar, tidak apa apa. Kita hanya menyatakan bahwa kita tidak setuju kebijakan itu, karena ada kebijakan-kebijakan yang lain yang buktinya selama puluhan tahun bisa membuat pertumbuhan ekonomi tinggi dan menciptakan hubungan yang harmonis antara pekerja dan pengusaha, tetapi mengapa sekarang dibuat aturan yang seperti itu misalnya?” katanya.
Jumhur mengakui walau gerakan buruh tidak akan pernah menyerah, tetapi semangatnya perlu untuk terus dipacu, dan penyelenggaraan Rapat Akbar ini adalah bagian daripada itu.
“Dalam rapat ini kita melakukan konsolidasi secara nasional. Rencananga, rapat konsolidasi akan dilaksanakan di 20 titik, khususnya di Jabodetabek,” katanya
Jumhur mengakui kalau rapat konsolidasi ini juga dilakukan untuk membangun kesadaran para buruh yang berada di pabrik pabrik agar memiliki mimpi yang sama untuk dapat merubah keadaan, karena mimpi itu tidak hanya mimpi para pimpinan serikat buruh, tapi juga mimpi semua kaum buruh,” pungkasnya.
Sehingga ketika aksi sejuta buruh ini kemudian bergulir menjadi people power pemakzulan Presiden Jokowi, berarti ada penumpang gelap yang memanfaatkan aksi sejuta buruh 10 Agustus 2023 mendatang.













