Koma.id – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan keluh kesahnya mengenai beberapa masalah yang ada di Jakarta International Stadium (JIS).
Hal itu diungkapkan Basuki saat melakukan inspeksi atau peninjauan itu terkait dalam persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 di Stadion JIS pada Selasa (4/7/2023).
Beberapa catatan diberikan untuk Stadion JIS, agar bisa memenuhi standar oleh induk sepakbola dunia, FIFA. Dua hal pokok adalah akses masuk bus dan rumput lapangan.
Oleh sebab itu, pemerintah akan bergerak cepat melalui instansi terkait untuk membenahi hal-hal tersebut.
“Semua keroyokan, ada yang dikerjakan Pak Gubernur DKI, ada yang dikerjakan PUPR, ada yang dikerjakan KAI, dan Jasa Marga. Semua keroyokan, kalau nanti diperiksa FIFA, bisa Inysaallah memenuhi syarat,” jelasnya.
JIS dicanangkan pembangunannya sejak zaman Gubernur Fauzi Bowo. Proyek kemudian maju mundur pada era Gubernur Joko Widodo dan Gubernur Basuki T Purnama.
Kemudian proyek itu dilanjutkan pada era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menelan biaya sekitar RP 5 triliun, akhirnya diresmikan pada Juli 2022.
Stadion JIS memang tampak terlihat megah. Namun bagi Basuki Hadimuljono, dirinya berharap agar stadion ini bisa segera penuhi standar FIFA.
“Sayang kalau stadion sudah begini, enggak memenuhi syarat (FIFA). Sayang disayangkan,” tutupnya.
Sebelumnya, eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membanggakan Jakarta International Stadium (JIS) yang berdiri di sisi utara Jakarta.
Anies mengatakan stadion bertaraf internasional itu menegaskan posisi Jakarta sebagai kota megapolitan terbesar di belahan selatan.
“Stadion ini menjelaskan bahwa Jakarta sebagai kota megapolitan terbesar di belahan bumi selatan dan sebagai ibu kota di ASEAN,” ujar Anies, Minggu (9/10/2022).
Anies menerangkan JIS merupakan stadion kelas dunia berstandar FIFA yang pembangunannya mempertimbangkan prinsip keberlanjutan dan kelestarian alam.










