Koma.id– Pakar Hukum Tata Negara, Profesor Denny Indrayana, kembali menciptakan kontroversi dengan pernyataannya saat merayakan Lebaran Haji di Australia. Setelah mengkritik isu pemakzulan dan kasus hoaks yang sedang diselidiki, Denny Indrayana tampaknya mulai kehilangan kepercayaan diri dan menyerang pihak-pihak yang membela Pemerintahan Joko Widodo.
Kali ini, dia mengungkapkan ketidakpuasan terhadap para pegiat media sosial yang mendukung pemerintah, yang ia sebut sebagai BuzzerRp.
Denny Indrayana secara sinis menyebut BuzzerRp sebagai orang-orang yang sedang marah karena belum menerima pembayaran atau dana dari pemerintah. Menurutnya, hingga saat ini mereka belum menerima imbalan yang dijanjikan, yang berpotensi menimbulkan ketegangan baru dengan para pendukung Jokowi.
Semantara itu, Waketum Gerindra Habiburokhman menegaskan pernyataan
Denny Indrayana soal pemakzulan Jokowi adalah racun bagi demokrasi. Pasalnya pernyataan tersebut disampaikan tanpa dasar.
“Pernyataan Denny Indrayana bukan hanya tidak benar, tapi juga racun bagi demokrasi,” kata Waketum Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, Senin (26/6/2023).







