Koma.id – Pegiat media sosial terkenal, Denny Siregar, dalam serangkaian cuitannya di Twitter, Denny Siregar menegaskan bahwa tidak perlu lagi merespons pidato-pidato yang disampaikan oleh Anies Baswedan karena menurutnya, kualitasnya telah anjlok.
Pidato Anies saat ini hanya menjadi hiburan semata dan tidak memiliki substansi yang nyata. Pidato-pidato tersebut hanyalah retorika kosong belaka,
“Ga perlu. Udah anjlok. Bentar lagi jg ilang. Diemin,” cuit akun Twitter @Denny Siregar7 dikutip Senin (22/5/2023).
Sebelumnya, dalam pidatonya Anies Baswedan menghadirkan isu yang mengejutkan dengan menyerang internal institusi Polri. Dalam tudingannya, Anies mengungkapkan adanya keberadaan mafia di tubuh Polri yang meresahkan masyarakat. Dia mencantumkan beberapa kasus yang dianggapnya sebagai bukti adanya mafia tersebut, termasuk kasus Ferdy Sambo, Teddy Minahasa dan praktik flexing pejabat.
Dalam penjelasannya, Anies dengan tegas menuding kepemimpinan Presiden Jokowi sebagai lemah dan tidak berani untuk menindak mafia dalam Polri. Anies nampaknya ingin menggiring narasi bahwa negara membutuhkan seorang pemimpin yang pemberani dan berani untuk mengatasi masalah ini.
Arifki Anggap Wajar PKB Gelisah, Politik Dua Kaki PDIP Bisa Gerus Posisi Tawar Partai Koalisi
Tidak hanya itu, Anies juga melibatkan isu-isu lain yang menarik perhatian publik. Dia menyinggung adanya mafia Pemilu, mafia, serta mafia bansos. Dengan menghadirkan isu-isu tersebut, pidato Anies terkesan memancing perdebatan dan berpotensi menciptakan kegaduhan di ruang publik.
Kehadiran Anies Baswedan dalam pidato semacam ini tampaknya memiliki tujuan politis yang kuat. Ia berusaha untuk memprovokasi para pengikutnya dan mendeskreditkan pemerintahan Jokowi.
Anies sedang berharap dapat memperkuat citra kepemimpinannya sendiri sambil menciptakan ketidakpercayaan terhadap pemerintahan yang ada.






