Koma.id – Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menegaskan bahwa politik identitas sangatlah jahat dan harus dihindari.
“Bangsa kita ini kan dilahirkan sebagai bangsa yang majemuk, yang masing-masing mempunyai identitas, yang masing-masing mempunyai perbedaan,” kata Djarot dikutip Minggu (25/12/2022).
Klaim Batalyon Teritorial Buat Tekan Begal, Netizen ke Menhan Sjafrie: “ Woi Bukan Tugasnya Pak”
“Nah politik identitas itu jahat karena akan mengeksploitir identitas masing-masing, guna apa? Untuk membenci, untuk merenggangkan, guna untuk mencaci identitas yang berbeda,” tambah Djarot.
Kemudian, Djarot bercerita pengalamannya terkena politik identitas saat Pilgub DKI 2017. Djarot mengajak masyarakat untuk membangun kesadaran mengenai politik identitas, agar menciptakan toleransi yang kuat.
“Ya kita lihat saja. Seperti di DKI, mungkin tidak ya, tetapi timnya di bawah, warga masyarakat. Ini tugas kita pemimpin bangsa, para calon siapapun itu, untuk bisa membangun kesadaran, menguatkan kepribadian, menanamkan cinta kasih, toleransi satu sama lain. Tidak membiarkan apabila tim-timnya itu, siapapun itu, kemudian melakukan penistaan, penghinaan sampai dengan persekusi, yang maaf ya, saya pernah alami itu di Jakarta,” ujarnya.
Menurutnya, tidak masalah jika seseorang tidak ingin memilih orang tersebut untuk menang dalam suatu pemilu. Namun, dia menyebut jangan menggunakan politik identitas untuk membuat seseorang dibenci.
“Boleh orang tidak memilih, tapi jangan ya kemudian dengan cara membenci, kemudian memfitnah, menakut nakuti, berjualan ayat. Jangan. Itu tidak baik untuk bangsa ini,” ujarnya.
“Oleh sebab itu politisasi identitas harus dihindari dalam politik yang demokratis, maka tugas kita adalah membangun demokrasi kita yang lebih substansial,” tandasnya.













