Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Hukum

Wadidaw! Pakar Pidana Ngaku Ngeri dengan Hasil Tes Poligraf Istri Ferdy Sambo

Views
×

Wadidaw! Pakar Pidana Ngaku Ngeri dengan Hasil Tes Poligraf Istri Ferdy Sambo

Sebarkan artikel ini
Wadidaw! Pakar Pidana Ngaku Ngeri dengan Hasil Tes Poligraf Istri Ferdy Sambo

Koma.id Pakar hukum pidana Abdul Fickar mengakui terkejut dengan hasil tes poligraf istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi terkait kasus dugaan pembunuhan berencana terhadapa Brigadir atau Yoshua.

“Menurut saya agak mengerikan juga. Artinya keterangannya hampir tidak ada yang benar. Minusnya terlalu banyak,” kata Abdul Fickar dalam Satu Meja The Forum, Kompas TV, Rabu (14/12/2022).

Silakan gulirkan ke bawah

Saat Budiman Tanuredjo selaku pembawa acara menanyakan, apakah itu berarti hobinya memang berbohong, Fickar menjawab kemungkinan itu ada.

“Menurut saya sih mungkin sudah jadi bagian dari perilaku. Kan begini, ketika orang menjawab suatu pertanyaaan, akan dipengaruhi oleh kebiasaan-kebiasan sehari-harinya,” jelasnya.

“Umpamanya untuk menjawab pertanyaan secara jujur, pasti akan ada gangguan-gangguan juga kalau memang biasa merekayasa,” paparnya.

Ahli poligraf, Aji Febrianto Ar-Rosyid, dihadirkan sebagai salah satu saksi di sidang pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat. Aji pun menjelaskan hasil uji kebohongan atau lie detector terhadap para terdakwa.

Aji merupakan pemeriksa tes poligraf yang memeriksa Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf dalam kasus pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat saat proses penyidikan. Dia menyatakan tes poligraf yang dilakukan terhadap lima orang itu memiliki akurasi 93 persen.

“Terhadap kelima terdakwa menentukan skors berapa?” tanya jaksa ke Aji yang dihadirkan menjadi saksi di sidang pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat dengan terdakwa Ferdy Sambo, Putri, Eliezer, Ricky, dan Kuat di PN Jaksel, Rabu (14/12/2022).

“Untuk Bapak FS nilai totalnya minus 8,” kata Aji.

“Kalau terdakwa Putri?” tanya jaksa.

“Minus 25,” ucap Aji.

“Kalau terdakwa Kuat?,” tanya jaksa lagi.

“Untuk Kuat dilakukan dua kali pemeriksaan, yang pertama plus 9, yang kedua adalah minus 13,” ucap Aji.

Adi menyebut Bripka Ricky juga dites dua kali dengan hasil yang pertama plus 11 dan kedua plus 19. Adi mengatakan Bharada Eliezer mendapat nilai plus 13.

“Untuk terdakwa Richard?,” tanya jaksa.

“Untuk terdakwa Richard plus 13,” jawab Aji.

Jaksa kemudian bertanya apa maksud skor tersebut. Adi mengatakan skor plus berarti terindikasi jujur, sementara skor minus terindikasi bohong.

“Dari scoring itu yang ditunjukkan Anda itu menunjukkan indikasi bohong?” tanya jaksa.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.