Koma.id – Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Niti Emiliana, mendesak PT PLN (Persero) untuk bertanggung jawab penuh atas peristiwa blackout yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Menurutnya, pemulihan pasokan listrik harus dilakukan secepat mungkin, namun perbaikan layanan tidak boleh berhenti hanya pada tahap pemulihan.
Niti menegaskan, insiden pemadaman listrik berskala besar tersebut harus menjadi momentum bagi PLN untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan nasional agar kejadian serupa tidak terus berulang.
SETARA Institute Tegaskan Kasus Mantan Jampidsus Harus Diusut Secara Objektif dan Independen
“PLN harus memikul tanggung jawab penuh untuk melakukan percepatan pemulihan layanan kepada masyarakat. Namun, pemulihan saja tidak cukup,” kata Niti, dikutip Selasa (7/7/2026).
Menurut YLKI, pemerintah bersama PLN perlu melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap sistem penyediaan tenaga listrik, mulai dari keandalan pembangkit, jaringan transmisi, distribusi, hingga sistem pengamanan ketika terjadi gangguan pada jaringan utama.
Niti menilai, insiden blackout menunjukkan pentingnya penerapan mekanisme mitigasi risiko yang lebih andal. Karena itu, PLN didorong membangun sekaligus mengoptimalkan sistem kelistrikan yang mampu meminimalkan dampak apabila terjadi gangguan pada salah satu jaringan.
Bukan Sekadar Lomba! Gerakan RT 11 Gandaria Utara Ini Bikin Warga Panen Sayur dari Halaman Sendiri
“YLKI mendesak evaluasi menyeluruh serta penerapan mekanisme mitigasi risiko yang lebih andal, khususnya melalui pembangunan dan optimalisasi sistem yang mumpuni untuk memastikan keandalan distribusi listrik,” ujarnya.
Menurutnya, keandalan distribusi listrik merupakan aspek penting dalam pelayanan publik. Gangguan berskala besar tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap sektor industri, perdagangan, layanan kesehatan, transportasi, hingga pelayanan pemerintahan.
YLKI juga mengingatkan bahwa masyarakat sebagai pelanggan berhak memperoleh pelayanan listrik yang andal, aman, dan berkesinambungan. Oleh karena itu, PLN diminta menyampaikan penyebab blackout secara transparan sekaligus menjelaskan langkah-langkah konkret yang dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Niti menambahkan, evaluasi pasca-blackout harus menghasilkan perbaikan nyata terhadap sistem ketenagalistrikan nasional. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap pelayanan kelistrikan dapat terus terjaga, sementara risiko pemadaman massal di masa mendatang dapat ditekan semaksimal mungkin.













