Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Pengamat: Aktivitas Politik Jokowi Dinilai Bisa Pengaruhi Peta Koalisi dan Pilpres 2029

Views
×

Pengamat: Aktivitas Politik Jokowi Dinilai Bisa Pengaruhi Peta Koalisi dan Pilpres 2029

Sebarkan artikel ini
Img 20260405 Wa0006
Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Foto: Koma.id / Andry Novelino)

KOMA.ID, JAKARTA – Meningkatnya intensitas kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke sejumlah daerah dinilai menjadi salah satu faktor yang mulai memengaruhi konfigurasi politik nasional menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Aktivitas tersebut diperkirakan akan menjadi perhatian serius partai-partai politik dalam menyusun strategi menghadapi kontestasi mendatang.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, mengatakan penghapusan ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) membuat setiap figur yang memiliki basis dukungan kuat akan semakin diperhitungkan oleh kekuatan politik.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurutnya, posisi Jokowi masih memiliki daya pengaruh yang signifikan sehingga setiap langkah politiknya akan terus menjadi bahan pembacaan para elite.

“Pergerakan Jokowi akan dibaca sebagai kode politik oleh seluruh elite. Terlepas dari apa pun agendanya, pengaruh politik Jokowi masih menjadi variabel penting dalam kalkulasi menuju 2029,” kata Arifki, Rabu (1/7/2026).

Ia menilai, apabila pengaruh politik Jokowi tetap terpelihara hingga beberapa tahun ke depan, maka peluang politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga berpotensi semakin menguat dalam berbagai skenario Pilpres 2029.

Karena itu, Arifki berpandangan para tokoh nasional yang diperkirakan memiliki ambisi dalam kontestasi mendatang perlu mulai memperkuat konsolidasi politik sejak dini agar tidak tertinggal dalam membangun persepsi publik.

Arifki Chaniago
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Aljabat Strategic Indonesia, Arifki Chaniago.

“AHY, Cak Imin, Zulhas, maupun tokoh nasional lainnya seharusnya mulai mengambil momentum. Dalam politik, siapa yang bergerak lebih awal biasanya memiliki peluang lebih besar membangun persepsi publik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arifki menilai dinamika tersebut juga berpotensi memengaruhi strategi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam mempersiapkan langkah politik menuju Pilpres 2029.

Menurutnya, semakin besar pengaruh Jokowi dalam percaturan politik nasional, semakin besar pula kemungkinan berubahnya peta koalisi dan posisi tawar partai-partai politik, termasuk dalam menentukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

“Pergerakan Jokowi bukan hanya memperkuat posisi tawar Gibran, tetapi juga bisa menggeser keseimbangan politik. Itu sebabnya setiap partai akan membaca situasi ini dengan sangat serius,” jelasnya.

Arifki juga melihat mulai munculnya dinamika politik di antara partai-partai yang saat ini berada dalam koalisi pemerintahan. Meskipun masih berada dalam barisan yang sama, menurutnya masing-masing partai mulai mempersiapkan kepentingan politik jangka panjang.

“Mereka memang masih berada dalam satu koalisi, tetapi kepentingan politik menuju 2029 mulai berjalan masing-masing. Ibarat tidur dalam satu ranjang, tetapi mimpinya sudah berbeda-beda,” tuturnya.

Ia menambahkan, menjelang Pilpres 2029 masyarakat diperkirakan akan semakin sering menyaksikan berbagai manuver politik yang dilakukan para ketua umum partai maupun tokoh nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi tawar di panggung politik nasional.

“Politik selalu soal momentum dan posisi tawar. Ketika satu aktor naik, aktor lain pasti menyesuaikan strategi. Karena itu, publik akan semakin sering melihat manuver para ketua umum partai dan tokoh nasional sebagai bagian dari konsolidasi menuju Pilpres 2029,” pungkas Arifki.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.