Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

DPR RI Desak Evaluasi Latsarmil SPPI, Mereka Bukan Prajurit Militer

Views
×

DPR RI Desak Evaluasi Latsarmil SPPI, Mereka Bukan Prajurit Militer

Sebarkan artikel ini
Latsarmil Sppi
Latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). (Foto / Istimewa)

Koma.id Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Permintaan itu disampaikan menyusul meninggalnya sejumlah peserta selama mengikuti pelatihan.

Rahmat menilai insiden tersebut harus menjadi momentum evaluasi serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program. Menurutnya, pemerintah tidak hanya perlu meninjau aspek pengawasan kesehatan peserta, tetapi juga mengevaluasi desain serta relevansi materi pelatihan yang diberikan kepada calon manajer koperasi.

Silakan gulirkan ke bawah

Ia mengingatkan bahwa Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat perekonomian desa. Karena itu, proses rekrutmen dan pembekalan peserta harus dirancang secara tepat agar tujuan program tidak terganggu oleh persoalan yang sebenarnya dapat diantisipasi sejak awal.

Rahmat juga mendorong pemerintah mengkaji kembali efektivitas pelaksanaan latihan dasar kemiliteran bagi calon manajer koperasi. Menurutnya, pelatihan seharusnya lebih diarahkan pada peningkatan kompetensi yang dibutuhkan dalam mengelola koperasi, seperti kemampuan manajerial, tata kelola organisasi, pengembangan usaha, pengelolaan keuangan, digitalisasi, serta pemberdayaan masyarakat desa.

“Calon manajer KDMP ini bukan prajurit militer. Mereka berasal dari masyarakat sipil yang sedang dipersiapkan menjadi penggerak ekonomi desa. Karena itu, metode, intensitas, dan standar pelatihan harus disesuaikan agar relevan, proporsional, aman, dan sesuai dengan tugas yang akan mereka jalankan,” ujar Rahmat.

Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter seperti disiplin, kekompakan, dan semangat pengabdian tetap penting. Namun, pendekatan pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan profesi peserta sebagai calon manajer koperasi, bukan menggunakan pola yang identik dengan pendidikan militer.

Sorotan terhadap program latsarmil menguat setelah jumlah peserta SPPI yang meninggal dunia terus bertambah. Kementerian Pertahanan sebelumnya menyatakan telah melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pelatihan dan memastikan setiap peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pendidikan. Pemerintah juga menegaskan Program Koperasi Desa Merah Putih tetap dilanjutkan sembari melakukan perbaikan terhadap pelaksanaannya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.