Koma.id | Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia bukan disebabkan kelangkaan pasokan batu bara. Ia memastikan penugasan pasokan batu bara untuk kebutuhan listrik nasional telah terpenuhi.
“Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka itu tidak benar. Karena penugasan kita sudah mencapai 170 juta ton,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (11/06).
Menurut Bahlil, pemadaman listrik bergilir yang terjadi di beberapa daerah disebabkan adanya gangguan teknis pada mesin pembangkit.
“Memang ada beberapa trouble di beberapa mesin yang disampaikan oleh PLN. Dan kita akan selesaikan dalam waktu secepatnya,” ujarnya.
Sebelumnya, PLN menyampaikan bahwa pemadaman listrik di sejumlah daerah, termasuk Depok, Bogor, Gresik, dan Pulau Madura pada 9 Juni 2026, bukan karena pasokan batu bara. Manajer PLN UP3 Madura, Fahmi Fahresi, menjelaskan pemadaman bergantung pada kondisi sistem setempat, kebutuhan operasional, maupun pekerjaan teknis yang sedang dilakukan.
PLN juga menegaskan terus melakukan penguatan infrastruktur kelistrikan, pemeliharaan jaringan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menambahkan bahwa tidak ada pasokan batu bara yang menipis.
“Memang ada beberapa gangguan teknis. Kita sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar peristiwa ini tidak berulang,” ujarnya.
Pemerintah bersama PLN kini tengah mempercepat pemulihan sistem agar tidak terjadi lagi pemadaman bergilir di berbagai daerah.








