Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahEkonomiNasional

Pasca Idul Adha Pasokan Belum Normal, Harga Cabai dan Bawang Melonjak

Views
×

Pasca Idul Adha Pasokan Belum Normal, Harga Cabai dan Bawang Melonjak

Sebarkan artikel ini
Pasca Idul Adha Pasokan Belum Normal, Harga Cabai dan Bawang Melonjak

Koma.id | Jakarta – Sejumlah komoditas pangan utama mengalami kenaikan harga signifikan setelah libur panjang Iduladha. Berdasarkan data PIHPS Nasional yang dirilis Bank Indonesia pada Minggu (31/05) pukul 08.30 WIB, lonjakan harga paling mencolok terjadi pada bawang merah dan berbagai jenis cabai.

Harga bawang merah naik 4,96% menjadi Rp50.750 per kilogram. Sementara cabai merah besar melonjak 26,93% menjadi Rp73.050 per kilogram. Cabai merah keriting naik 26,78% menjadi Rp69.600 per kilogram, cabai rawit hijau naik 9,51% menjadi Rp59.300 per kilogram, dan cabai rawit merah naik 12,18% menjadi Rp82.450 per kilogram.

Silakan gulirkan ke bawah

Rincian Kenaikan Harga

Harga Cabai

Selain kelompok bumbu dapur, harga daging ayam ras naik 1,82% menjadi Rp39.200 per kilogram, sedangkan harga daging sapi kualitas 1 naik 1,62% menjadi Rp150.700 per kilogram. Harga minyak goreng curah turun tipis 0,24% menjadi Rp20.650 per kilogram, namun masih di atas HET pemerintah Rp15.700.

Harga bawang putih turun 0,39% menjadi Rp38.500 per kilogram, sementara gula pasir premium naik 0,25% menjadi Rp20.200 per kilogram. Harga beras kualitas medium dan super relatif stabil, dengan beberapa jenis turun tipis.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyoroti kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit di pasar tradisional Malang. Ia menekankan pentingnya Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk menjaga stabilitas pasokan.

“Cabai rawit ini ada yang Rp100 ribu, ada yang Rp120 ribu, tapi di pasar lain bisa Rp80 ribu. Artinya KAD ini jadi penting,” ujarnya, Jumat (29/05).

Lonjakan harga pasca Iduladha dipengaruhi oleh:

  • Distribusi logistik yang belum sepenuhnya normal.
  • Kendala cuaca di wilayah penghasil komoditas.
  • Geopolitik global yang memengaruhi produksi beras dan komoditas lain.

Dengan tren kenaikan ini, masyarakat diimbau mengatur anggaran belanja rumah tangga secara bijak. Pemerintah pusat dan daerah terus memantau pergerakan harga agar tetap terkendali dan tidak membebani konsumen.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.