Koma.id– Beredar video viral yang menarasikan dugaan praktik pembagian fee dalam penentuan titik pembangunan proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Video tersebut memperlihatkan percakapan antara seorang wanita berseragam mirip ASN dan pria berseragam mirip militer di dalam mobil.
Dalam percakapan itu, pria tersebut meminta bagian komisi dari 60 titik proyek pembangunan koperasi desa sambil menyinggung kualitas bangunan yang disebut buruk. Wanita yang diduga terafiliasi kontraktor kemudian memberikan bungkusan plastik diduga berisi uang dan menyebut kualitas pembangunan menurun karena anggaran banyak terpotong komisi.
Bahkan, disebut pula aliran komisi mengarah ke sejumlah pihak termasuk komandan Kodim. Menanggapi video tersebut, Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hadiansyah menegaskan bahwa isi video itu tidak benar dan merupakan hoaks. Ia menyatakan tidak mengenal wanita dalam video dan memastikan tidak ada praktik jual beli titik proyek KDMP selama dirinya menjabat.
“Apa yang menjadi isi video dan pernyataan yang disampaikan oleh ibu-ibu ASN dan seorang anggota itu, saya nyatakan tidak benar. Video itu hoaks,” ujar Letkol Dhavid Nur Hadiansyah dalam konferensi pers yang digelar di Markas Kodim Kediri, Minggu (17/5/2026).
Dhavid menjelaskan pembangunan KDMP diawasi langsung oleh jajaran TNI melalui sistem padat karya bersama Babinsa dan Danramil agar program pemerintah berjalan sesuai tujuan. Ia juga menegaskan pembangunan KDMP bukan proyek komersial melainkan program pemerintah untuk masyarakat sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.
Sejumlah Titik di Jakarta Gelap Sabtu Malam
Sementara itu, Sekda Kabupaten Kediri Solikin meminta masyarakat mengecek kebenaran informasi yang beredar dan menegaskan pemerintah daerah hanya terlibat dalam penyediaan lahan, bukan pembangunan fisik KDMP.







