Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Kejar Target, BGN Ancam Suspend SPPG Tak Layani 3B

Views
×

Kejar Target, BGN Ancam Suspend SPPG Tak Layani 3B

Sebarkan artikel ini
Nanik S Deyang dok istw
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang. (Foto/Istimewa)

Koma.id Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum mampu memenuhi target penerima manfaat kategori ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau 3B di wilayah kerjanya.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai langkah evaluasi agar seluruh pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap fokus pada tujuan utama pemerintah dalam memperbaiki kualitas gizi masyarakat dan menekan angka stunting nasional.

Silakan gulirkan ke bawah

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan, SPPG yang belum memiliki cakupan penerima manfaat 3B memadai akan dikenai sanksi suspend sementara.

“Kalau penerima manfaat 3B di SPPG masih sedikit, maka SPPG akan di-suspend,” kata Nanik, dikutip Selasa (12/5/2026).

BGN juga memberikan tenggat waktu selama dua minggu kepada seluruh SPPG untuk meningkatkan jumlah penerima manfaat kelompok 3B di masing-masing wilayah layanan.

Percepatan tersebut diperlukan karena capaian penerima manfaat saat ini masih jauh dari target nasional. Hingga kini, jumlah penerima manfaat baru mencapai sekitar 9 juta orang, sementara data Kementerian Kesehatan menunjukkan sasaran program berada di kisaran 22 juta hingga 26 juta jiwa.

“Sekarang sampai dua minggu ke depan, seluruh SPPG harus punya penerima manfaat 3B. Saat ini capaian kita baru sekitar 9 juta, sementara data dari Kementerian Kesehatan mencapai 22 juta sampai 26 juta,” terang Nanik.

BGN menilai kondisi itu membuat pemerintah perlu melakukan re-focusing program agar layanan pemenuhan gizi lebih terarah kepada kelompok prioritas yang membutuhkan intervensi segera, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Karena itu, seluruh SPPG diminta aktif melakukan pendataan serta optimalisasi layanan guna memperluas cakupan penerima manfaat dalam waktu singkat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat pemerataan layanan gizi masyarakat sekaligus mendukung upaya penurunan stunting di Indonesia melalui program MBG.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.