Koma.id | Cirebon – Rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 mencapai puncaknya di Alun-alun Sangkala Buana Kasepuhan, Cirebon, Minggu (10/05/2026). Ribuan warga memadati jalur arak-arakan yang menampilkan prosesi sakral Mahkota Binokasih, parade seni tradisi, kereta kencana, musik daerah, hingga busana adat dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) hadir langsung dalam prosesi tersebut. Ia menegaskan kirab budaya bukan sekadar pertunjukan, melainkan momentum kebangkitan budaya Sunda sekaligus pengingat akar sejarah. “Pembangunan harus berjalan seiring pelestarian budaya,” ucap KDM dalam pidato kebudayaan yang disampaikan penuh emosi.
Fakta Terbaru Kirab Budaya
- Puncak acara di Cirebon: Ribuan warga tumpah ruah di jalanan protokol, menjadikan kota lautan manusia.
- Rangkaian lintas daerah: Dimulai 2 Mei di Sumedang, berlanjut ke Kawali, Tasikmalaya, Cianjur, Bogor, Depok, Karawang, hingga puncak di Cirebon.
- Napak Tilas Padjadjaran: Digelar di Astana Gede Kawali, Ciamis, pada 3 Mei 2026 sebagai bagian dari karnaval Binokasih.
Polemik Kabar Ancaman Somasi ke Ocha
Rencana Lanjutan Pemprov Jabar
- Renovasi Museum Pajajaran: Anggaran Rp9 miliar disiapkan untuk memperbaiki fasilitas seni-budaya.
- Infrastruktur pendukung: Jalan, trotoar, lampu, dan taman di sepanjang rute kirab akan ditata ulang.
- Palataran Binokasih: Ruang publik baru di Bogor sebagai pusat seni dan budaya.
- Kolaborasi daerah: Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyatakan dukungan penuh, menilai kirab sebagai momentum mengagungkan budaya Sunda dan edukasi generasi muda.
Makna Strategis
- Pelestarian budaya Sunda: Kirab menjadi pengingat akar budaya dan sejarah Sunda.
- Momentum kebangkitan: Pemerintah menekankan pembangunan harus sejalan dengan pelestarian budaya.
- Dampak ekonomi kreatif: Gelaran di Cirebon memperkuat pariwisata dan ekonomi lokal.








