Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

FBI Apresiasi Polri Ungkap Sindikat Phishing Tools dengan Kerugian Rp 350 Miliar

Views
×

FBI Apresiasi Polri Ungkap Sindikat Phishing Tools dengan Kerugian Rp 350 Miliar

Sebarkan artikel ini
Polri Fbi
FBI Law Enforcement Attaché for Indonesia and Timor Leste Robert F. Lafferty (tengah) dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (22/4/2026). (Foto / Istimewa)

Koma.id Biro Investigasi Federal (FBI) mengapresiasi jajaran Bareskrim Polri setelah berhasil membongkar sindikat penjual perangkat peretas atau phishing tools yang bermarkas di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Praktik ilegal ini mengakibatkan kerugian mencapai USD 20 juta atau sekitar Rp 350 miliar.

Silakan gulirkan ke bawah

Atase Penegakan Hukum FBI untuk Indonesia dan Timor Leste, Robert F Lafferty, menilai keberhasilan pengungkapan ini merupakan buah dari penyelidikan panjang yang telah dimulai beberapa tahun lalu.

“FBI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia telah berhasil menuntaskan penyelidikan selama bertahun-tahun untuk membongkar jaringan phishing global yang canggih,” kata Robert dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026).

“Para pelaku mengembangkan perangkat ‘Well’ yang jahat dan mencoba melakukan transaksi penipuan senilai lebih dari 20 juta dolar AS,” lanjutnya.

Robert menjelaskan, operasi ini merupakan bentuk kerja sama tim yang luar biasa antara Amerika Serikat dan Indonesia. Penyelidikan difokuskan untuk memburu pengembang utama perangkat agar tidak ada lagi tempat aman bagi penjahat siber lintas negara.

Dalam pelaksanaannya, Robert mengungkapkan adanya pembagian tugas yang terkoordinasi antara FBI, Bareskrim Polri, hingga Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). FBI, menurut dia, memantau jejak digital dan aliran dana di Amerika Serikat, sedangkan Polri bergerak melakukan operasi lapangan untuk menangkap sang dalang.

“FBI memantau jejak digital dan melacak aliran keuangan di Amerika Serikat, sementara Polri melakukan operasi lapangan yang krusial untuk melacak dalang operasi tersebut dan mengumpulkan bukti digital,” jelasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.