Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Tolak Peradilan Militer untuk Kasus Andrie Yunus, Aksi Kamisan Palu: Hukum Harus Transparan!

Views
×

Tolak Peradilan Militer untuk Kasus Andrie Yunus, Aksi Kamisan Palu: Hukum Harus Transparan!

Sebarkan artikel ini
Img 20260406 080109

Koma.id, Palu – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aksi Kamisan Palu menggelar aksi solidaritas dan mimbar bebas di Taman Universitas Tadulako, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Kamis (2/4/2026) malam.

Aksi tersebut menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Massa mendesak agar pelaku diproses melalui peradilan umum, bukan peradilan militer.

Silakan gulirkan ke bawah

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.45 Wita itu mengangkat tema “Merawat Ingatan Menolak Lupa” dan dipimpin oleh Alfin. Sekitar 50 peserta terlibat dalam aksi tersebut.

Dalam kegiatan itu, massa membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan “Aksi Kamisan Palu”, “Merawat Ingatan Menolak Lupa”, serta “Tolak Peradilan Militer”. Selain orasi, peserta juga menampilkan aksi teatrikal yang menggambarkan peristiwa penyiraman air keras, serta pembacaan puisi sebagai bentuk solidaritas terhadap korban.

Melalui orasi yang disampaikan, para aktivis menuntut penegakan hukum yang maksimal, transparan, dan berkeadilan. Mereka menilai proses hukum melalui peradilan umum lebih terbuka dan mampu memberikan efek jera kepada pelaku.

“Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap penanganan kasus yang dinilai tidak transparan. Kami meminta proses hukum dilakukan secara terbuka agar tidak terulang kasus serupa,” ujar salah satu peserta aksi.

Selain isu utama, massa juga menyuarakan berbagai tuntutan lain, seperti penghentian ekspansi tambang dan aktivitas tambang ilegal di Kota Palu, perlindungan terhadap pembela lingkungan dan HAM, serta evaluasi program pemerintah yang dianggap tidak tepat sasaran.

Tak hanya itu, aksi turut menyinggung sejumlah isu nasional, di antaranya penuntasan pelanggaran HAM, penolakan kriminalisasi terhadap aktivis, penghentian kekerasan terhadap perempuan, serta pemberantasan narkoba di Sulawesi Tengah.

Aksi solidaritas dan mimbar bebas tersebut menarik perhatian warga sekitar dan berlangsung hingga pukul 21.45 Wita dalam suasana aman dan tertib.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.