Koma.id– Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Soleman B. Ponto, menegaskan pengujian terhadap statement Presiden Prabowo Subianto yang sebelumnya menekankan bahwa aktor intelektual kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus harus diungkap adalah hal penting guna terang benderang kasus ini.
Bahkan publik kini menunggu sejauh mana komitmen Presiden dalam mengawal proses hukum yang tengah berjalan.
“Lalu apa yang dikatakan Pak Prabowo juga bilang harus ketemu ya kita lihat lah sejauh mana presiden mengawal ini supaya sampai ketemu yang memerintahkan,” kata Soleman melansir YouTube Forum Keadilan TV.
Soleman juga mengaku heran dengan keterlibatan unsur Denma BAIS dalam kasus tersebut. Ia mempertanyakan bagaimana personel dari satuan tersebut bisa terlibat dalam aksi kriminal yang menyasar dan nyaris merenggut nyawa aktivis sipil.
“Lho kok pelakunya Denma Bais ya, kenapa kok Denma bisa lari ke sana,” ujarnya.
Selain itu, Soleman menyoroti giatnya Andrie Yunus yang menyuarakan penolakan terkait Undang-Undang TNI, khususnya soal perpanjangan usia pensiun dan penempatan prajurit di luar struktur. Bahkan l ebih jauh, Soleman mengaitkan peristiwa ini dengan dinamika internal TNI yang menurutnya sudah lama menunjukkan gejala ketidakseimbangan.
“Jauh sebelum itu aku sudah pernah ngomong bahwa perubahan strategis di TNI, pergantian undang-undang perpanjangan masa pensiun itu mengakibatkan api di dalam sekam. Tapi itu dianggap sesuatu yang normal, padahal itu mengakibatkan ketidakseimbangan di dalam,” kata Soleman.







