Koma.id – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, angkat bicara usai disinggung Presiden Prabowo Subianto terkait pengadaan mobil dinas mewah senilai sekitar Rp8,5 miliar.
Rudy menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas polemik yang terjadi. Ia mengakui kebijakan tersebut menimbulkan kegaduhan dan menjadi sorotan luas masyarakat.
“Mohon maaf kalau kurang berkenan,” ujar Rudy.
Ia menegaskan, kritik dari Presiden menjadi pengingat bagi kepala daerah untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan anggaran dan mengedepankan efisiensi.
“Ini menjadi pengingat bagi semua kepala daerah bahwa efisiensi itu penting,” lanjutnya.
Kapolri Tanggapi Seruan Reformasi Jilid II, Minta Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Secara Tertib
Rudy juga memastikan bahwa kendaraan dinas tersebut telah dikembalikan. Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk pengadaan mobil dinas akan dialihkan ke sektor yang lebih prioritas, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan program sosial.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung pembelian mobil dinas bernilai fantastis tersebut sebagai contoh pemborosan anggaran daerah. Ia menekankan bahwa belanja pemerintah seharusnya difokuskan untuk kepentingan rakyat.
“Banyak pejabat itu menurut saya tidak efisien… ada pemerintah daerah beli mobil dinas gubernur Rp8 miliar,” kata Presiden.
Polemik ini memicu kritik publik terhadap gaya belanja pejabat daerah, terutama di tengah tuntutan efisiensi anggaran.
Respons Rudy yang meminta maaf dan membatalkan pengadaan dinilai sebagai langkah korektif atas tekanan publik sekaligus upaya menyesuaikan kebijakan agar lebih berpihak pada masyarakat.













