Koma.id | Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan sebanyak 1.213.388 kendaraan telah keluar dari Jakarta selama arus mudik Lebaran 2026. Angka tersebut tercatat melalui jalur tol hingga hari keenam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
“Perkiraan untuk saat ini yang keluar dari Jakarta sebesar 1.213.388 kendaraan. Ini yang melalui tol,” kata Sigit di Polda Metro Jaya, rabu (18/03).
Jumlah kendaraan itu meningkat 20,89 persen dibandingkan volume lalu lintas harian normal, serta naik 2,83 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.
Kapolri menyebut sejumlah titik sempat mengalami kepadatan, di antaranya kawasan penyeberangan Gilimanuk dan Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama).
“Namun alhamdulillah pelan-pelan sudah bisa kita urai,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Polri menyiapkan pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di jalur tol maupun arteri. Fasilitas tersebut menyediakan tempat istirahat, layanan kesehatan, hingga informasi makanan dan bahan bakar.
Selain itu, Polri menyiagakan tim motoris untuk membantu pemudik yang kehabisan bahan bakar di tengah kepadatan.
“Begitu ada masalah di jalur macet karena kehabisan BBM, motoris akan segera bergerak cepat,” jelas Sigit.
Masyarakat juga dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui NTMC, Travoy, serta aplikasi wilayah seperti Sipolan di Jawa Tengah dan Siger di Lampung. Polri menyediakan layanan darurat melalui nomor 110 bagi pemudik yang mengalami kendala.
Sigit menambahkan, angka kecelakaan lalu lintas selama mudik tahun ini menurun signifikan. “Jumlah kecelakaan menurun 40,91 persen atau 682 kasus dibandingkan Operasi Ketupat 2025,” katanya.
Kapolri berharap tren positif ini dapat bertahan hingga seluruh rangkaian mudik dan balik Lebaran selesai.
“Harapan kita penyelenggaraan mudik tahun ini betul-betul bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.








