Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahNasional

Menag Laporkan Takbiran di Bali Tetap Berjalan Saat Nyepi

Views
×

Menag Laporkan Takbiran di Bali Tetap Berjalan Saat Nyepi

Sebarkan artikel ini
Menag Nasaruddin Umar dok Humas Kemenag RI
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto/Istimewa)

Koma.id | Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai pengaturan pelaksanaan takbiran yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi di Bali pada 19 Maret mendatang. Pemerintah memastikan kedua perayaan keagamaan tetap berjalan dengan saling menghormati, tanpa menimbulkan gesekan antarumat beragama.

Dalam keterangannya usai bertemu Presiden di Istana Merdeka, Nasaruddin menjelaskan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat di Bali.

Silakan gulirkan ke bawah

“Sudah ada kesepakatan bersama bahwa takbir tidak bertentangan dengan Nyepi. Syaratnya, Nyepi tetap berjalan, takbir juga berjalan, tapi tidak pakai sound system dan waktunya dibatasi dari jam 6 sampai jam 9 malam,” ujarnya.

Hari Nyepi di Bali dikenal dengan aturan ketat, termasuk larangan suara bising dan aktivitas kendaraan. Sementara itu, malam takbiran menjelang Idul Fitri identik dengan gema lantunan takbir. Pemerintah menilai pengaturan khusus diperlukan agar kedua tradisi tetap bisa berlangsung tanpa saling mengganggu.

Nasaruddin menegaskan, kesepakatan ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan tokoh agama dan masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, sudah ada persepakatan yang menjaga keharmonisan antarumat beragama,” katanya.

Selain isu takbiran, Menag juga menyinggung kemungkinan perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 2026 di Indonesia. Ia menegaskan hal tersebut merupakan fenomena yang lazim terjadi dan akan ditentukan melalui sidang isbat.

“Perbedaan itu kita terima sebagai hal yang biasa di Indonesia. Nanti kita lihat sidang isbat penentuannya,” jelasnya.

Nasaruddin menekankan bahwa pemerintah akan terus menjaga suasana toleransi dan kerukunan antarumat beragama, terutama ketika momentum hari besar keagamaan berdekatan waktunya.

“Pemerintah berupaya agar semua perayaan berjalan damai, penuh penghormatan, dan tetap menjaga kekhusyukan masing-masing umat,” tuturnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.