KOMA.ID, JAKARTA – Guru Besar Ilmu Hukum Pemerintahan, Prof Zainal Arifin Mochtar menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan kabar dari pihak stasiun televisi tentang pembatalan sepihak dari Menteri HAM (Hak Asasi Manusia) Kabinet Merah Putih, Natalius Pigai.
Di mana baik Natalius Pigai dan Zainal Arifin Mochtar tengah bersitegang soal klaim pemahaman tentang Hak Asasi Manusia, yang berujung tantangan untuk diskusi dan debat terbuka di stasiun televisi swasta di Indonesia.
“Kemarin terima kabar resmi Pak Natalius Pigai membatalkan kehadiran di KompasTV. Apa alasan? Versinya banyak yang nyampe ke saya,” tulis pria yang karib disapa Uceng tersebut di akun X pribadinya @zainalamochtar, Minggu (1/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini pun memberikan saran kepada Pigai agar lebih bisa menjaga mulutnya, apalagi ia merupakan seorang pejabat yang diberikan amanat oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menduduki jabatan penting, yakni Menteri Hak Asasi Manusia.
“Hanya mau bilang, sebagai pejabat publik harus jaga mulut. Anda bukan kitab suci yang pasti benar dan butuh tafsir untuk dimengerti. Case closed! Thanks. Tabik,” pungkasnya.
Sontak, tweet Uceng mendapatkan sambaran respons yang cukup deras dari publik. Mereka memberikan apresiasi dan dukungan kepadanya soal polemik dengan Natalius Pigai tersebut.
Bahkan mereka meyakini alasan mengapa Pigai membatalkan agenda talkshow di KompasTV karena kadar intelektualitasnya yang kurang mumpuni dengan calon lawan bicaranya itu.
“Rasanya terlalu mustahil melihat sosok seperti Natalius Pigai bersedia diajak berdebat; gak selaras banget dg profilnya. Menilik pola pikir & kapasitas intelektualnya, gw sudah duga dia akan mencari seribu alasan unt membatalkan acara tersebut. Dan benar aja, dugaan gw terbukti,” tulis @Didikjzie.
Ada juga netizen yang berpikir lain. Yakni pemilik akun @damarwidi99. Ia bersyukur debat terbuka antara Natalius Pigai dengan Prof Zainal Arifin Mochtar tersebut batal. Karena jika sampai terjadi, maka wajah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan sangat dipertaruhkan di mata publik Indonesia.
“Sebaiknya memang dibatalkan saja. Seburuk2nya kualitas kabinet Merah Putih, para Menteri sebaiknya menjaga marwah NKRI. Rekaman debat pasti beredar di medsos & menyebar ke manca negara. Debat dgn Guru Besar seperti @zainalamochtar hanya semakin menurunkan wibawa pemerintah,” tulis Damar.











