Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Internasional

Serangan Udara AS ke Caracas, Indonesia Minta Perlindungan Warga Sipil Diutamakan

Views
×

Serangan Udara AS ke Caracas, Indonesia Minta Perlindungan Warga Sipil Diutamakan

Sebarkan artikel ini
Serangan Udara AS ke Caracas, Indonesia Minta Perlindungan Warga Sipil Diutamakan

Koma.id | Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyerukan agar Amerika Serikat (AS) dan Venezuela mengedepankan penyelesaian konflik secara damai melalui langkah de-eskalasi dan dialog. Seruan ini disampaikan menyusul serangan udara AS ke wilayah Venezuela pada Sabtu (03/01).

“Indonesia juga menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog, serta tetap mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil,” tulis Kemlu RI melalui akun resmi X.

Silakan gulirkan ke bawah

Dalam pernyataannya, Kemlu menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional serta prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Indonesia menekankan bahwa penyelesaian damai merupakan jalan utama untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Kemlu memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela dalam kondisi aman pascaserangan. “Saat ini, seluruh WNI di Venezuela dilaporkan dalam keadaan aman,” ungkap Kemlu.

Pemerintah Indonesia mengimbau WNI untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta terus menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) Caracas. Kemlu menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Venezuela, khususnya terkait keselamatan WNI.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah ditangkap dalam serangan militer besar-besaran ke Caracas.

“Amerika Serikat berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara itu,” ujar Trump melalui platform Truth Social.

Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Pemerintah Venezuela terkait keberadaan Maduro, yang telah berkuasa sejak 2013.

Dengan seruan ini, Indonesia menegaskan posisinya untuk mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai, sekaligus memastikan perlindungan terhadap warga negara di luar negeri.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.