Koma.id | Bandung – Direktorat Jenderal Imigrasi mengusulkan kepada Pemerintah Australia agar penerbitan Visa Kerja dan Liburan (Working Holiday Visa/WHV) bagi warga negara Indonesia dilakukan melalui sistem undian. Usulan ini disampaikan sebagai respons atas tingginya minat WNI terhadap program tersebut.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menjelaskan bahwa sistem undian dianggap lebih sesuai untuk menjamin aspek keadilan, transparansi, serta efisiensi dalam pengelolaan kuota pendaftar.
“Kami mengusulkan agar prosedur penerbitan visa kerja dan liburan untuk WNI dikelola melalui sistem undian yang lebih sesuai,” ujarnya dalam pertemuan bilateral dengan Department of Home Affairs (DHA) Australia di forum DGICM ke-29, Siem Reap, Kamboja.
Dalam forum tersebut, Hendarsam juga memaparkan tiga pilar strategi nasional keimigrasian Indonesia:
- Penguatan pemeriksaan perbatasan
- Pengawasan warga negara asing
- Integrasi layanan digital
Sistem digital keimigrasian diperkuat melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) yang terintegrasi dengan Polri. Sistem ini digunakan dalam pengungkapan kasus sindikat penipuan investasi daring di Batam yang melibatkan 210 WNA pada Mei 2026.
Indonesia juga ditunjuk sebagai Voluntary Lead Shepherd (VLS) untuk isu penyelundupan manusia di Asia Tenggara. Sementara itu, Kamboja memimpin isu intelijen, Malaysia menangani terorisme, Singapura mengoordinasikan dokumen palsu, dan Brunei Darussalam membidangi urusan konsuler.
“Tantangan kejahatan lintas negara memerlukan penyelesaian terintegrasi. Melalui mandat Indonesia sebagai Lead Shepherd penanganan penyelundupan manusia, kami mendorong komitmen seluruh anggota ASEAN untuk memperkuat pertukaran informasi intelijen dan penyelarasan teknologi,” tegas Hendarsam.
Pendaftaran visa kerja dan liburan (subkelas 462) untuk tahun program 2026–2027 dibuka pada 2 Juli 2026. Sistem undian telah diterapkan untuk negara dengan peminat tinggi seperti Tiongkok, India, dan Vietnam. Seleksi acak pertama dijadwalkan pada 2 Juli 2026, dengan proses berlanjut hingga April 2027.








