Jakarta — Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Dedi Hardianto, menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidaklah mudah. Menurutnya, perubahan cepat akibat digitalisasi dan belum tumbuhnya iklim investasi menjadi persoalan besar dalam dunia ketenagakerjaan yang berdampak langsung pada pemuda.
“Kalau bicara situasi pemuda hari ini, tantangannya adalah dunia kerja yang belum sepenuhnya pulih, investasi yang belum tumbuh, serta dampak digitalisasi yang membuat semuanya serba cepat,” ujar Dedi.
Heboh! Investasi Bodong Koperasi BLN Putar Dana Rp4,6 Triliun, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
Ia menilai, tantangan utama bagi generasi muda adalah bagaimana mereka mampu beradaptasi dan memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan zaman yang serba digital.
“Kita harus bekerja keras agar memiliki kemampuan digital untuk menghadapi dunia kerja yang sudah berubah,” lanjutnya.
Namun, di sisi lain, Dedi juga mengingatkan agar pemuda tidak mudah terpengaruh oleh derasnya arus informasi global di dunia maya.
“Begitu mudahnya isu-isu global masuk, jangan sampai membuat pemuda kehilangan rasa, identitas, dan persatuannya,” tegasnya.
Dalam momentum menjelang Hari Sumpah Pemuda, Dedi mengajak generasi muda untuk kembali meneladani nilai-nilai yang diwariskan para tokoh pemuda dari tahun 1928, yaitu semangat persatuan dan nasionalisme.
“Nilai-nilai persatuan dan nasionalisme terhadap bangsa ini harus tetap dijaga. Walaupun situasi belum sepenuhnya baik, jangan mudah terpengaruh isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” pesannya.
Dedi menutup dengan harapan agar pemuda Indonesia menjadi generasi yang lebih kreatif, inovatif, dan tangguh dalam menghadapi perubahan zaman, tanpa melupakan semangat kebangsaan dan persatuan yang menjadi fondasi bangsa.













