Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Kurs Rupiah Melemah, Ketidakpastian Ekonomi AS dan Penurunan Cadangan Devisa Jadi Sorotan

Views
×

Kurs Rupiah Melemah, Ketidakpastian Ekonomi AS dan Penurunan Cadangan Devisa Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
dollar rupiah
Dolar Amerika Serikat dan Rupiah Indonesia.

Koma.id | Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah pada perdagangan Jumat (10/10). Sentimen global yang belum stabil serta tekanan dari dalam negeri menjadi faktor utama pelemahan mata uang Garuda hari ini.

Menurut Ibrahim Assuaibi dari Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia, rupiah sempat menguat hingga 55 poin pada Kamis sore (9/10), sebelum ditutup menguat tipis di level Rp16.568 per dolar AS. Untuk hari ini, rupiah diprediksi bergerak di rentang Rp16.560–Rp16.600 per dolar AS.

Silakan gulirkan ke bawah

“Ketidakpastian ekonomi dan politik di AS, termasuk penutupan pemerintahan yang telah memasuki hari kesembilan, menjadi pemicu utama tekanan terhadap rupiah,” ujar Ibrahim di Jakarta.

Risalah rapat Federal Reserve (The Fed) bulan September juga menambah kekhawatiran pasar. Bank sentral AS mengisyaratkan pelonggaran kebijakan moneter dengan kemungkinan penurunan suku bunga sebanyak tiga kali hingga akhir tahun. Pelaku pasar kini memperkirakan hampir 100% peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober.

Dari sisi geopolitik, perkembangan positif di Timur Tengah turut menjadi perhatian. Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menyepakati tahap awal rencana perdamaian Gaza, termasuk penghentian sementara pertempuran dan pembebasan sandera.

Sementara itu, dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah datang dari penurunan cadangan devisa Indonesia yang kini berada di angka US$148,7 miliar, turun dari US$150,7 miliar pada Agustus. Penurunan ini dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta intervensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Meski demikian, posisi cadangan devisa Indonesia masih tergolong kuat, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah.

“Cadangan devisa yang tinggi mencerminkan ketahanan eksternal yang terjaga. BI menunjukkan komitmen kuat menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” tambah Ibrahim.

Ke depan, prospek ekspor yang stabil dan potensi arus modal asing diharapkan mampu menopang ketahanan eksternal Indonesia. Namun, dalam jangka pendek, rupiah masih akan menghadapi tekanan dari dinamika global yang belum pasti.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.