“Obat saja tidak cukup kalau lingkungan dan kebiasaan sehari-hari tidak dijaga. Telur cacing bisa bertahan lama di tanah atau permukaan benda, lalu masuk ke tubuh lewat makanan, air, atau tangan yang kotor,” tutur Valisa.
Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan 3 Juli 2026: BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang
Oleh sebab itu, membiasakan jaga kebersihan pada anak harus dilakukan sejak dini. Membiasakan anak untuk cuci tangan sebelum makan, selalu rutin memotong kuku yang panjang karena bisa menjadi metode transmisi bakteri dan telur cacing masuk ke dalam organ tubuh baik mata, telinga maupun mulut.
“Biasakan anak cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet. Potong kuku secara rutin, karena telur cacing suka ngumpet di sela kuku. Gunakan alas kaki saat bermain di luar rumah, supaya telur cacing dari tanah tidak menembus kulit. Pastikan makanan dimasak hingga matang dan air minum bersih, serta jangan lupa juga edukasi keluarga, karena cacingan bisa menular antaranggota rumah tangga,” jelasnya.
Dengan demikian, edukasi terhadap penangulangan cacingan pada anak dapat dilakukan sejak dini, sehingga kasus infeksi cacing gelang seperti yang dialami oleh balita Raya tidak semakin luas.
“Dengan langkah pencegahan ini, kita sebenarnya sedang berinvestasi pada masa depan anak. Cacingan yang dibiarkan bisa menghambat tumbuh kembang, bikin anak sulit fokus belajar, bahkan berisiko ke nyawa,” pungkasnya.
Sumber : Holopis.com







