KOMA.ID, JAKARTA – Kasus kematian Raya, balita yang meninggal katrena infeksi cacing di dalam tubuh menjadi perhatian serius, salah satunya disorot oleh influencer farmasi Valisa. Ia mengatakan bahwa kasus cacingan khususnya pada anak tidak boleh dianggap sepele.
“Beberapa orang mungkin menganggap cacingan pada anak itu hal biasa, cuma bikin anak kurus, perut buncit, atau gampang lapar. Padahal, infeksi cacing itu bisa jadi ancaman serius,” kata Valisa, Selasa (26/8/2025).
Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan 3 Juli 2026: BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang
Dijelaskan Valisa, ada beberapa jenis cacing yang sering menyerang anak, seperti cacing gelang, cacing tambang, atau cacing pita. Mereka bisa mencuri nutrisi, bikin anak anemia (kurang darah), pertumbuhan terhambat, sampai menurunkan konsentrasi belajar di sekolah.
“Dalam kasus berat, bisa menyebabkan pendarahan usus, penyumbatan, bahkan kematian,” ujarnya.
Beri Obat Cacing Berkala
Lalu bagaimana cara untuk menanggulangi cacingan pada anak, Valisa memberikan dua pendekatan, yakni dari sisi farmasi berupa pemberian obat cacing secara berkala kepada anak.
“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kemenkes RI menganjurkan anak-anak diberikan obat cacing setiap 6 bulan sekali, terutama di daerah endemik,” tuturnya.
Ia memberikan sejumlah rekomendasi obat yang sudah dianggap paling aman untuk anak-anak dalam membantu melumpuhkan bahkan membunuh cacing di bagian saluran pencernaan. Obat tersebut adalah albendazole dan mebendazole. Namun dapat menggunakan obat lain sesuai anjuran dokter.
“Obat ini aman, dosisnya sudah disesuaikan dengan usia, dan tidak perlu resep khusus,” jelasnya.
Jaga Kebersihan
Pendekatan kedua adalah dengan menjaga lingkungan tetap bersih, baik lingkungan bermain, lingkungan rumah dan ruang aktivitas anak. Hal ini setidaknya untuk meminimalisir adanya telur cacing masuk ke dalam tubuh anak.







