Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Prabowo Kutip Omongan Lord Acton : Kekuatan yang Absolut Akan Jadi Korupsi Absolut

Views
×

Prabowo Kutip Omongan Lord Acton : Kekuatan yang Absolut Akan Jadi Korupsi Absolut

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto Pidato
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato.

KOMA.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang dijalankan dengan pengawasan yang berimbang. Jangan sampai sebuah pemerintahan dan kekuasaan berjalan tanpa pengawasan yang berimplikasi pada praktik korupsi.

Bahkan, Prabowo mengutip salah satu ucapan guru besar sejarah modern di Universitas Cambridge Inggris, John Dalberg-Acton atau Lord Acton. Yakni ; absolute power corrupts absolutely (kekuasaan mutlak pasti membuat orang korup secara mutlak).

Silakan gulirkan ke bawah

“Bahwa dalam suatu negara modern perlu ada pengawasan, perlu ada transparansi dalam menjalankan kekuasaan. Kita paham sejarah umat manusia jika ada kekuasaan yang tidak diawasi maka kekuasaan akan menjadi korup, kekuatan yang absolut akan menjadi korupsi secara absolut,” kata Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2025).

Orang nomor satu di Republik Indonesia itu pun menyatakan bahwa permasalahan terbesar Indonesia sampai dengan saat ini adalah adanya praktik-praktik korupsi. Bahkan perilaku koruptif ada di semua lini, baik di setiap eselon pemerintahan, hingga di BUMN dan BUMD.

“Kita paham bahwa korupsi adalah masalah besar di bangsa kita. Perilaku korupsi ada di setiap eselon birokrasi kita, ada di setiap institusi dan organisasi pemerintahan. Perilaku korup ada di BUMN kita, ada di BUMD-BUMD kita, ini bukan fakta yang harus kita tutup-tutupi,” ujarnya.

Prabowo menyatakan bahwa ucapannya ini merupakan sesuatu yang penting sebagai dasar pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebab, pemberantasan korupsi harus berawal dari pengakuan bahwa telah terjadi korupsi sehingga akan tumbuh semangat untuk memberantasnya. Dan ini yang setidaknya telah ia upayakan dalam masa-masa awal kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Setelah 299 hari saya memimpin pemerintahan eksekutif, saya semakin mengetahui berapa besar tantangan kita, berapa besar penyelewengan yang ada di lingkungan pemerintahan kita, hal ini tidak baik, tapi harus saya laporkan kepada para wakil-wakil rakyat Indonesia,” ucap Prabowo yang langsung mendapatkan tepuk tangan dan apresiasi dari para hadirin yang ada.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto mengajak semua pihak khususnya para pemimpin yang saat ini menjabat, untuk berani dan bersedia melihat semua kekurangan yang ada di dalam organisasi yang telah dipimpin, termasuk dirinya sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Bangsa Indonesia harus berani melihat kekurangan-kekurangan sendiri, harus berani melihat kesalahan-kesalahan kita sendiri, harus berani melihat penyakit-penyakit yang ada di tubuh kita, agar kita bisa perbaiki kekurangan-kekurangan tersebut. Tanpa mau mengakui, tidak mungkin kita mampu memperbaiki,” tuturnya.

Dalam aspek pemberantasan korupsi di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menyatakan diri bahwa dirinya telah diambil sumpah oleh rakyat atas nama undang-undang dan atasnama Tuhan Yang Maha Esa, untuk maksimal menjalankan perintah Undang-Undang tanpa keraguan. Maka dari itu, ia pun menyatakan perang terhadap korupsi di Indonesia termasuk yang terjadi di pemerintahannya sendiri, Kabinet Merah Putih.

“Saya disumpah untuk melaksanakan perintah undang-undang dasar Republik kita, karena itu saya tidak ada pilihan lain selain memimpin upaya pemberantasan korupsi dan penyelewengan di semua lembaga eksekutif dan pemerintah,” tegas Prabowo Subianto.

Lantas, ia pun mengatakan bahwa dalam awal pemerintahannya di tahun 2025, pemerintah telah menyelamatkan setidaknya Rp300 Triliun uang rakyat dari APBN yang rawan menjadi bahan bancakan para pelaku koruptif.

“Di antaranya anggaran perjalanan dalam dan luar negeri yang begitu besar, anggaran alat tulis kantor yang begitu besar. Dan berbagai anggaran yang selama ini menjadi sumber korupsi dan sumber bancakan,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.