Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Survei Ungkap Mayoritas Publik Tak Percaya Isu Ijazah Palsu Jokowi

Views
×

Survei Ungkap Mayoritas Publik Tak Percaya Isu Ijazah Palsu Jokowi

Sebarkan artikel ini
Adhie Massardi Tekankan Pembuktikan Ijazah Jokowi Tak Semudah Kata Susno

Jakarta – Isu mengenai ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), masih terus menjadi perbincangan publik. Namun, hasil survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat tidak mempercayai klaim bahwa ijazah Jokowi palsu. Sebanyak 74,6% responden menyatakan skeptis terhadap isu tersebut, sementara hanya sebagian kecil yang meragukan keaslian dokumen pendidikan presiden.

Kepercayaan Publik Jadi Fondasi

Silakan gulirkan ke bawah

LSI Denny JA mengungkapkan bahwa kepercayaan publik terhadap Jokowi telah terbangun selama lebih dari satu dekade memimpin Indonesia. Modal kepercayaan inilah yang menjadi alasan utama masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang meragukan integritas Jokowi, termasuk polemik ijazah.

Dukungan dari Akademisi dan Mantan Pejabat Kepolisian

Di sisi lain, Prof. Koentjoro, Ketua Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2018-2021, menegaskan bahwa ijazah Jokowi adalah asli. Sebagai seorang guru besar, ia menekankan prinsip kebenaran dan menyatakan keyakinannya atas keabsahan dokumen tersebut.

Sementara itu, Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi, penasihat ahli Kapolri, menyebut bahwa penelitian yang dilakukan oleh Roy Suryo dan kawan-kawan yang menyimpulkan ijazah Jokowi palsu adalah bohong belaka. Aryanto menilai pernyataan Roy Suryo telah menyesatkan dan menipu publik, serta tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Polemik yang Tak Kunjung Usai
Meski berbagai pihak telah memberikan klarifikasi, isu ini masih terus bergulir di ruang publik. Namun, dengan dukungan data survei dan pernyataan dari tokoh terpercaya, opini publik tampak lebih berpihak pada keyakinan bahwa ijazah Jokowi adalah sah.

Survei LSI Denny JA dan pernyataan para ahli semakin menguatkan posisi Jokowi di mata publik. Isu ijazah palsu dinilai sebagai upaya yang tidak berdasar dan gagal menggoyang kepercayaan masyarakat terhadap presiden yang telah memimpin Indonesia selama dua periode ini.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.