Koma.id– Calon presiden Kolombia, Miguel Uribe Turbay, mengalami luka parah setelah menjadi sasaran penembakan di kepala dan paha kiri ketika berkampanye di Bogota. Insiden terjadi pada Sabtu, 7 Juni, di sebuah taman tempat Uribe tengah menyampaikan pidato di hadapan pendukungnya.
Rumah Sakit Santa Fe Foundation menyatakan bahwa kondisi Uribe sangat kritis meski telah menjalani operasi pada bagian kepala dan paha kirinya. Setelah menjalani prosedur medis, ia langsung dipindahkan ke ruang perawatan intensif.
Penembakan tersebut dilakukan oleh seorang remaja berusia 15 tahun, yang berhasil diamankan di lokasi kejadian bersama pistol Glock 9mm sebagai barang bukti. Kejaksaan Kolombia memastikan pelaku telah ditahan untuk proses lebih lanjut.
Prabowo dan Presiden Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis di Sektor Ekonomi hingga Energi
Rekaman video yang beredar memperlihatkan Uribe bersimbah darah di wajah dan punggung, diamankan oleh pengawal sebelum dilarikan ke rumah sakit. Baku tembak yang terjadi di tempat kejadian juga mengakibatkan satu orang mengalami luka.
Wali Kota Bogota, Carlos Fernando Galan, memastikan Uribe langsung dibawa ke ruang operasi dalam kondisi kritis. Pemerintah Kolombia melalui Presiden Gustavo Petro mengecam keras serangan tersebut sebagai tindakan brutal yang mengancam demokrasi. Menteri Pertahanan Pedro Sanchez mengumumkan imbalan sebesar 3 miliar peso bagi siapapun yang memberikan informasi terkait dalang di balik aksi penembakan itu.
Miguel Uribe dikenal sebagai politisi sayap kanan dan penentang keras kebijakan pemerintahan Petro. Ia secara resmi mencalonkan diri sebagai presiden untuk pemilu mendatang pada Oktober dan telah menjabat sebagai anggota Senat sejak 2022.
Uribe sendiri berasal dari keluarga berpengaruh di Kolombia. Ayahnya adalah pemimpin serikat pekerja dan pengusaha, sementara ibunya, Diana Turbay, adalah seorang jurnalis yang tewas dalam upaya penyelamatan dari penculikan kartel narkoba Medellin pada 1991.







