KOMA.ID, TASHKENT – Pemerintah Indonesia mendorong penguatan peran perempuan dan usaha kecil menengah (UKM) sebagai motor pertumbuhan ekonomi sekaligus penggerak ekspansi perdagangan ke pasar internasional, termasuk Uzbekistan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, saat menggelar pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Uzbekistan, Zulaykho Mahkamova, di Tashkent, Selasa (16/6).
Prabowo dan Presiden Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis di Sektor Ekonomi hingga Energi
Dalam pertemuan tersebut, Wamendag Roro menekankan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam ekosistem kewirausahaan nasional. Menurutnya, mayoritas pelaku UKM di Indonesia saat ini justru dikelola oleh perempuan.
“Di Indonesia, perempuan berada di garda terdepan ekosistem kewirausahaan. Sekitar 64,5 persen UKM dimiliki atau dikelola oleh perempuan, khususnya di sektor-sektor seperti kuliner, fesyen, kecantikan, kerajinan tangan, dan industri kreatif. Para perempuan ini merupakan pencipta lapangan kerja, inovator, dan kontributor bagi pembangunan ekonomi,” ujar Roro.
Sebagai upaya memperluas akses pasar bagi pelaku usaha, Kementerian Perdagangan terus mengembangkan program UKM Berani Inovasi Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Program tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha menembus pasar internasional melalui fasilitasi promosi, peningkatan kapasitas, hingga pencarian mitra dagang.
“Program ini memfasilitasi business matching, promosi ekspor, peningkatan kapasitas, serta inisiatif akses pasar guna membantu pelaku usaha bersaing di pasar global. Dalam lingkup domestik, Kementerian Perdagangan juga mendorong literasi digital agar pelaku usaha dapat memanfaatkan platform niaga elektronik untuk mengembangkan bisnisnya. Kami menantikan eksplorasi kerja sama dengan Uzbekistan dalam upaya-upaya tersebut,” kata Roro.
Pemerintah Indonesia juga memandang Uzbekistan sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekonomi yang lebih inklusif. Melalui mekanisme Joint Working Group on Trade and Investment Cooperation, Indonesia mengusulkan penguatan kolaborasi antar pelaku usaha perempuan kedua negara melalui seminar, program business outreach, hingga penjajakan produk potensial.
Roro menilai sejumlah produk unggulan Indonesia memiliki peluang besar untuk memasuki pasar Uzbekistan, mulai dari teh, cokelat, buah tropis, modest fashion, produk halal, hingga kosmetik. Sebaliknya, Indonesia juga membuka peluang bagi produk-produk khas Uzbekistan untuk memperluas pasar di Tanah Air.
Menurutnya, kerja sama tersebut dapat menjadi pendorong bagi percepatan perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uzbekistan atau Indonesia-Uzbekistan Free Trade Agreement (IUFTA), sekaligus memperkuat hubungan ekonomi bilateral kedua negara.
Menanggapi usulan tersebut, Zulaykho Mahkamova menyatakan kesiapan pemerintah Uzbekistan untuk memperluas kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam pemberdayaan perempuan melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Guna mewujudkan visi tersebut, kerja sama ini kami rencanakan akan diimplementasikan melalui program Women Business Accelerator yang berfokus pada peningkatan kapasitas, daya saing, dan akses pasar bagi pelaku usaha perempuan. Selain itu, kami mengusulkan dibentuknya Organization for Exchange of Experiences Program sebagai platform ideal untuk saling bertukar pengalaman, membagikan praktik terbaik, serta memperkuat jejaring antar-organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan dan pengembangan usaha di kedua negara,” tutur Zulaykho.
Dalam pertemuan itu, kedua negara juga menegaskan komitmen untuk membangun kerja sama perdagangan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui kolaborasi yang erat ini, kedua negara sepakat untuk memastikan bahwa setiap instrumen perjanjian perdagangan dan kerja sama ekonomi yang disepakati tidak hanya berfokus pada angka pertumbuhan makro, melainkan mampu memberikan manfaat yang nyata dan berkesinambungan bagi kesejahteraan perempuan, keluarga, serta komunitas masyarakat di kedua negara,” kata Roro.
Pada kesempatan tersebut, Wamendag Roro turut mengundang pemerintah dan pelaku usaha Uzbekistan untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada 14–18 Oktober 2026.
“Kami mengundang dengan hangat Pemerintah Uzbekistan dan komunitas bisnis Uzbekistan untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang akan diselenggarakan pada 14–18 Oktober 2026. TEI merupakan platform yang sangat baik untuk menghubungkan wirausaha perempuan dan perusahaan yang dipimpin oleh perempuan dari kedua negara,” tutupnya.












