بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Artinya : Dengan menyebut nama Allah, aku berserah diri kepada Allah. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas kehendak Allah.
Kemudian sepanjang perjalanan menuju masjid, disunnahkan untuk membaca Shalawat maupun kalimat-kalimat muaddhomah lainnya, seperti ; takbir, tahmid, tahlil, dan istighfar sebanyak-banyaknya.
Lantas saat masuk ke dalam masjid, disunnahkan juga untuk memulainya dengan kaki kanan. Hal ini karena memulai kebaikan memang disunnahkan menggunakan kaki atau tangan kanan. Selanjutnya iringi dengan doa sebelum masuk Masjid, yakni ;
Sejumlah Titik di Jakarta Gelap Sabtu Malam
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Artinya : Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.
5. Shalat Sunnah
Setidaknya ada 3 (tiga) shalat sunnah yang dapat dikerjakan sebelum shalat Jumat. Pertama adalah shalat wudhu. Shalat ini dikerjakan setelah melaksanakan wudhu sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Caranya sama dengan shalat sunnah seperti biasa dengan dua rakaat dan satu salam. Niatnya adalah ; Ushalli sunnatal wudhui rak’ataini lillahi ta’ala
Yang kedua ada yang namanya shalat tahiyatul masjid. Shalat ini dikerjakan sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur ketika masuk ke rumah Allah (masjid). Caranya juga sama dengan shalat sunnah dua rakaat satu kali salam. Yang membedakan hanyalah pada niatnya, yakni ; “Ushalli sunnatan tahiyyatil masjidi rak’ataini lillahi ta’ala”.
Ketiga adalah shalat qobliyah jumat. Shalat ini biasanya dikerjakan setelah muadzin melantunkan adzan pertama dalam rangkaian shalat jumat. Caranya pun sama dengan shalat sunnah seperti biasa yakni dua rakaat dan satu salam. Niatnya adalah ; Ushalli sunnatal jumu’ati rak’ataini qabliyyatan lillahi ta’ala.
6. Sedekah
Amalan yang paling dianjurkan sebelum shalat Jumat adalah bersedekah. Selemah-lemahnya sedekah adalah memberikan senyum kebaikan kepada orang lain. Namun jika ada rezeki lebih baik uang dan harta lain, dapat disalurkan sebelum pelaksanaan shalat jumat. Bisa mengisi kotak amal, maupun berbagi makanan kepada jemaah lainnya.
Dalam bersedekah, nilai bukan menjadi ukuran mutlak, melainkan keikhlasan dan tidak berunsur riya’ atau pamer. Karena sesungguhnya keikhlasan sedekah itu akan menjadi timbangan terbaik di sisi Allah SWT.
Bahkan Imam Bukhari pernah menyampaikan sebuah hadist Nabi, bahwa ; barang siapa yang termasuk ahli sedekah, nicaya dia akan dipanggil (masuk surga) dari pintu sedekah. Bahkan At Tirmidzi juga meriwayatkan hadist, bahwa sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api.
Yang paling dahsyat dari sedekah adalah amalan yang tidak akan pernah putus pahalanya sekalipun orang yang bersedekah tersebut telah meninggal dunia. Hal ini pernah disampaikan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim ;
إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ. رَوَاهُ مُسْلِم
Artinya: Apabila anak adam (manusia) telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya darinya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah (sedekah yang pahalanya terus mengalir), ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang selalu mendoakannya. (HR Muslim).
7. Diam dan Fokus
Poin yang satu ini sebaiknya jangan diabaikan. Yakni sepanjang di dalam masjid, kita harus fokus dan diam karena tujuan kita di sana adalah beribadah. Khususnya saat khatib sedang berbicara di mimbar, maka jangan sekali-kali berbicara dengan orang lain karena akan membuyarkan pahala shalat jumat kita.
Hal ini pernah disampaikan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Hadist tersebut berbunyi ;
إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ: (أَنْصِتْ) وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ
Artinya: Jika kamu berkata kepada temanmu, “Diamlah” sementara imam sedang berkhutbah di hari jumat, sungguh ia telah berbuat sia-sia. (HR Bukhari dan Muslim).
Maka dari itu, hadist ini biasanya akan terpampang jelas di dalam running text yang dipasang pengelola masjid di bagian depan, sehingga dibaca oleh para jemaah. Selain berpotensi membuat shalat jumat kita sia-sia, tujuan hadist ini adalah agar jemaah tidak mengganggu jemaah lain dan fokus mendengarkan apa yang disampaikan oleh khatib dalam khutbahnya.
8. Tepat Waktu, Datang ke Masjid Sebelum Khatib Naik Mimbar
Dan yang terakhir tak kalah penting tepat waktu. Upayakan agar datang ke masjid tepat waktu, yakni sebelum khatib naik mimbar. Salah satu tandanya yang dapat didengar adalah adzan kedua dalam rangkaian shalat jumat tersebut.
Hal ini penting karena ada riwayat yang disampaikan Imam Bukhari dalam hadist nomor 877. Bahwa Malaikat akan menutup buku catatannya saat khatib naik ke mimbar.
حَدَّثَنَا آدَمُ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ الْأَغَرِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَقَفَتْ الْمَلَائِكَةُ عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ يَكْتُبُونَ الْأَوَّلَ فَالْأَوَّلَ وَمَثَلُ الْمُهَجِّرِ كَمَثَلِ الَّذِي يُهْدِي بَدَنَةً ثُمَّ كَالَّذِي يُهْدِي بَقَرَةً ثُمَّ كَبْشًا ثُمَّ دَجَاجَةً ثُمَّ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ طَوَوْا صُحُفَهُمْ وَيَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ
Artinya : Telah menceritakan kepada kami Adam berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi’b dari Az Zuhri dari Abu ‘Abdullah Al Aghar dari Abu Hurairah berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pada hari Jum’at para Malaikat hadir di pintu Masjid mencatat siapa orang yang datang paling awal dan seterusnya. Orang yang paling awal datang ke Masjid seperti orang yang berkurban dengan seekor unta, kemudian seperti orang yang berkurban dengan seekor sapi, kemudian seperti orang yang berkurban seekor kambing yang bertanduk, kemudian seperti orang yang berkurban seekor ayam, kemudian seperti orang yang berkurban sebutir telur. Dan apabila Imam sudah keluar (untuk memberi khutbah), maka para Malaikat menutup buku catatan mereka kemudian mendengarkan dzikir (khutbah).”









