Koma.id – Presiden Prabowo Subianto mengirimkan nama-nama calon duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) untuk negara-negara sahabat ke DPR RI.
Dalam rapat paripurna DPR ke-18, Ketua DPR Puan Maharani mengonfirmasi adanya surat permohonan pertimbangan dari Presiden RI tersebut.
“Sidang dewan yang kami hormati, perlu kami beritahukan bahwa Pimpinan Dewan telah menerima surat-surat dari Presiden RI, yaitu Nomor R-1/RP/2024 tanggal 19 Mei, hal permohonan pertimbangan pencalonan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh negara sahabat Republik Indonesia,” ujar Puan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5).
Setelah dibacakan dalam rapat paripurna, surat itu akan diteruskan ke komisi yang membidangi urusan luar negeri yakni, Komisi I.
Selanjutnya, Komisi I akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap para calon sebelum memberikan pertimbangan resmi kepada Presiden.
Meski begitu, Puan belum menjelaskan secara detail nama-nama calon dubes yang diajukan maupun penempatan negaranya. Usai sidang paripurna, Puan menjelaskan nama dubes yang dimaksud adalah dubes negara sahabat untuk Indonesia.
Diberitakan sebelumnya, Puan Maharani meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengisi posisi duta besar (dubes) Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara lainnya yang masih kosong. Puan mengatakan, DPR RI menunggu usulan nama-nama calon dubes yang telah ditunjuk oleh pemerintah agar bisa diuji kelayakan dan kepatutannya.
“Ya sebaiknya untuk pos-pos yang masih kosong pemerintah bisa segera menindaklanjuti, kami di DPR menunggu hal tersebut,” ujar Puan saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (14/4).
Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengatakan, kekosongan dubes harus segera diselesaikan untuk memaksimalkan diplomasi Indonesia di kancah internasional.
Namun, ia menekankan bahwa penunjukan duta besar merupakan kewenangan Prabowo sebagai presiden. “Ini kita kembalikan kepada Pak Prabowo, tentu Saudara Menlu. Tentunya ya pos-pos penting ini ya kalau bisa segera diisi. Karena kalimat segera ini, sesegeranya diplomatik itu juga ada aturan,” kata Utut.
Untuk diketahui, posisi dubes RI di sejumlah negara masih kosong. Salah satu yang menjadi sorotan adalah posisi dubes di Washington DC, AS, yang sudah kosong selama dua tahun semenjak Rosan Perkasa Roeslani bergabung menjadi Wakil Menteri BUMN pada 2023. Padahal, dubes dapat menjadi orang pertama di AS yang dapat mengantisipasi dinamika politik dan kebijakan perdagangan yang diambil Presiden Donald Trump.












