Koma.id– Isu “matahari kembar” di pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka kini semakin hangat diperbincangkan di kalangan publik dan politikus. Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai bahwa tudingan adanya dua pusat kekuasaan di dalam pemerintahan bukan lagi sekadar gosip, melainkan sebuah kenyataan yang terkonfirmasi melalui sejumlah pernyataan para pejabat tinggi.
Pernyataan dua menteri Kabinet Indonesia Maju yakni Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin yang mengakui bahwa mereka masih menganggap mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai bos mereka telah menambah bobot isu ini.
Isu ini semakin bergulir setelah Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera, ikut angkat bicara. Menurutnya, kunjungan beberapa menteri Presiden Prabowo ke kediaman Jokowi di Solo menambah kesan adanya “matahari kembar” dalam struktur pemerintahan saat ini. Pasalnya meskipun kunjungan tersebut bisa jadi bersifat silaturahmi, dampaknya terhadap persepsi publik tidak bisa diabaikan begitu saja.
Merespons hal ini, Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, dengan tegas mengatakan hanya ada satu Presiden di Indonesia saat ini, yakni Presiden Prabowo Subianto
Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, pun memberikan klarifikasi serupa, menyebut bahwa kunjungan para menteri kepada Jokowi adalah bentuk tradisi silaturahmi yang lazim dilakukan selama perayaan Idul Fitri. Hal tersebut tidak menggambarkan adanya dualisme kepemimpinan dalam pemerintahan.







