Koma.id– Polemik keaslian ijazah Presiden Joko Widodo kembali diangkat ke permukaan, memicu gelombang perdebatan di ruang publik. Meski telah berkali-kali dibantah, termasuk oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) sendiri, isu ini tampaknya belum akan padam, terlebih menjelang suhu politik yang mulai menghangat.
UGM secara tegas memastikan bahwa Presiden Joko Widodo benar-benar pernah menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan dan lulus sesuai prosedur akademik. Namun, tidak semua pihak tampak puas dengan klarifikasi itu.
Pemerhati telematika Roy Suryo menjadi salah satu pihak yang kembali mengusik isu ini. Ia melontarkan tantangan kepada Presiden Jokowi agar secara terbuka menceritakan pengalamannya saat menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), sebuah tahapan wajib dalam pendidikan di UGM.
Menurut Roy, pengalaman KKN merupakan jejak yang dapat diverifikasi oleh banyak pihak karena melibatkan lokasi, waktu, dan sejumlah peserta.
Namun di sisi lain, Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar, menegaskan bahwa narasi ijazah palsu adalah bentuk fitnah sistematis yang terus didaur ulang demi kepentingan politik tertentu. Ia menilai, pihak-pihak yang terus menggulirkan isu ini bukan sedang mencari kebenaran, melainkan sedang memainkan propaganda lama dengan kemasan baru.
Rampai Nusantara juga berniat untuk mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut.







