Koma.id– Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil mengecam keras pernyataan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, terkait aksi teror kepala babi yang terjadi di kantor redaksi Tempo.
Pernyataan Hasan yang menyarankan kepala babi yang diletakkan di depan kantor Tempo mengisyaratkan “dimasak saja” dinilai tidak hanya tidak menunjukkan empati, tetapi juga bertentangan dengan prinsip kebebasan pers.
Dalam pernyataan resminya, Koalisi Masyarakat Sipil menilai sikap Hasan Nasbi merendahkan dan tidak pantas disampaikan oleh pejabat tinggi negara yang bertanggung jawab atas komunikasi kepresidenan. Mereka juga menilai bahwa pernyataan tersebut berpotensi mengandung unsur kebencian terhadap media kritis dan jurnalis yang menjalankan tugasnya dalam sistem demokrasi.
Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk tidak membiarkan pernyataan tersebut berlalu begitu saja.
Menurut mereka, pemerintah seharusnya menunjukkan komitmen terhadap perlindungan jurnalis dan kebebasan sipil, bukan justru menyampaikan komentar yang dapat dianggap sebagai bentuk pembiaran terhadap aksi teror.
Selain itu, mereka juga mendesak agar Presiden mengevaluasi posisi Hasan Nasbi sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.
Mereka menilai bahwa Hasan tidak layak secara etika untuk menjadi representasi komunikasi istana, mengingat bukan kali ini saja pernyataannya menuai kontroversi.
Sebelumnya, Hasan juga sempat menjadi sorotan publik akibat penghapusan cuitannya di media sosial X terkait RUU TNI.







