Koma.id– Kopka Basar, anggota TNI yang diduga menembak mati tiga anggota kepolisian di Lampung saat penggerebekan judi sabung ayam, akhirnya ditangkap di kediamannya. Namun, meski jelas jelas telah menghabisi nyawa manusia, momen penangkapannya yang di damping Polisi Miltter justru memicu kemarahan publik.
Ironisnya, dalam video yang beredar, Kopka Basar tampak santai, bahkan petantang-petenteng seolah tanpa beban. Lebih mencengangkan lagi, bukannya dikawal dengan ketat, ia justru mendapat pelukan ramah dari sesama anggota TNI.
Pemandangan ini pun langsung menuai kritik tajam.
“Pembunuhnya malah dipeluk! Masih ada saja yang senyum bangga dan memeluk sang pembunuh itu. Coba kalau warga biasa tersangkanya, yakin nggak bakal babak belur? Ini malah dipeluk, berarti nyawa orang lain bagaimana nilainya?” tulis warganet dengan nada geram.
Tak hanya soal perlakuan saat ditangkap, publik juga dibuat terkejut dengan gaya hidup tersangka. Rumah Kopka Basar disebut jauh lebih mewah dibandingkan rumah anggota TNI berpangkat sama pada umumnya.
“Rumahnya mewah. Megah kali rumahnya,” timpal netizen lainnya.
Sebelumya, Kapolsek Negara Batin, Iptu Lusiyanto, bersama dua anggotanya, Bripka Petrus dan Bripda Ghalib, tewas seketika setelah diberondong dengan senjata serbu SS1.
Para pelaku, yang diduga kuat adalah Kopka Basar dan Peltu Lubis dua anggota TNI yang disebut-sebut sebagai pemilik arena judi sabung ayam itu melakukan aksi brutal tanpa ampun begitu aparat kepolisian turun dari mobil.
Tak ada peringatan, tak ada kompromi. Begitu pintu mobil para korban terbuka, peluru langsung diberondong ke arah Kapolsek dan dua anggotanya sehingga terkapar bersimbah darah akibat dari tangan aparat yang seharusnya berdiri di barisan penegak hukum, malah membackup bisnis perjudian ilegal.
Tragedi ini meninggalkan pertanyaan besar, bagaimana bisa aparat negara justru menjadi pelindung bisnis haram dan bertindak kejam terhadap sesama penegak hukum.







