Koma.id, NTT – Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali meletus pada pagi hari ini, dengan kolom abu setinggi 1.500 meter di atas puncak gunung. Erupsi terjadi pada pukul 06:19 WITA dan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 14.8 mm serta durasi sekitar 1 menit 2 detik.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati condong ke arah barat. Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-Laki berada pada status Level III (Siaga). Masyarakat di sekitar gunung dan pengunjung/wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 km dari pusat erupsi dan sektoral barat daya – utara – timur laut sejauh 6 km. Selasa (11/03/25).
Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Selain itu, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki diharapkan mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama di daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Klatanlo, Hokengjaya, Boru, dan Nawakote, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Masyarakat yang terdampak hujan abu diimbau untuk memakai masker atau penutup hidung-mulut guna menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan. Hingga saat ini, erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki masih terus berlangsung dan warga diminta menjauh dari kaki gunung.
Dampak dari erupsi ini juga menyebabkan penutupan Bandara Frans Seda Maumere.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan dari sumber resmi dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.








