Koma.id– Skandal dugaan korupsi di mana PT Pertamina Patra Niaga diduga mengoplos bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dengan Pertalite, membuat publik geram dan menumpahkan amarah mereka di media sosial.
Usai Kejaksaan Agung mengungkap skandal ini pada Senin malam, 24 Februari 2025, akun resmi Pertamina langsung diserbu warganet. Puluhan ribu komentar bermunculan di unggahan terbaru mereka, mempertanyakan kejujuran perusahaan dan mengecam praktik curang yang merugikan masyarakat.
Banyak pengguna media sosial mengaku sengaja memilih Pertamax karena merasa tidak berhak menggunakan Pertalite yang disubsidi pemerintah. Namun, setelah skandal ini terkuak, muncul pertanyaan besar, apakah Pertamax yang mereka beli benar-benar Pertamax, atau hanya Pertalite yang dipoles ulang?
Kemarahan masyarakat tak hanya berhenti di media sosial. Di dunia nyata, efek dari skandal ini langsung terasa. Antrean panjang terlihat mengular di berbagai SPBU Shell. SPBU swasta yang sebelumnya sepi kini mendadak jadi destinasi utama para pengendara yang mencari BBM berkualitas.
Para pengguna kendaraan rela mengantre panjang demi mendapatkan BBM yang mereka yakini lebih terjamin. Fenomena ini seperti mosi tidak percaya terhadap Pertamina, yang selama ini memonopoli pasokan BBM di Indonesia.







