Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Sanken Mau Pulang Kampung ke Jepang, Partai Buruh Minta Pemerintah Cepat Antisipasi PHK Massal

Views
×

Sanken Mau Pulang Kampung ke Jepang, Partai Buruh Minta Pemerintah Cepat Antisipasi PHK Massal

Sebarkan artikel ini
PT Sanken
PT Sanken Indonesia.

Sebagai informasi tambahan, Partai Buruh dan KSPI telah menerima laporan dari anggotanya bahwa industri pabrikan mobil truk dan dump truk juga menghadapi tekanan dengan membanjirnya mobil-mobil truk dan dump truk yang langsung diimpor dari China secara CKD (completely knocked down).

Ekspor mobil truk dari China ini telah mengancam pabrik-pabrik mobil truk yang ada di Indonesia yang sudah beroperasi puluhan tahun, sehingga berpotensi mengurangi karyawannya atau akan terjadi PHK besar-besaran di sektor industri otomotif, khususnya di industri mobil truk dan dump truk.

Silakan gulirkan ke bawah

Pabrikan mobil truk dan dump truk yang diproduksi oleh pabrik di Indonesia seperti PT Toyota, PT Mitsubishi, PT Hino Motors, PT Isuzu, dan pabrikan lainnya jelas dirugikan oleh kebijakan keempat menteri tersebut, yang berpotensi menyebabkan PHK besar-besaran di pabrik otomotif truk. Karena impor truk dari China tidak membutuhkan pabrik dan tidak ada ribuan karyawan yang bekerja di dalamnya.

Mobil-mobil impor truk dan dump truk yang diimpor dari China ini langsung dikirim dari China ke daerah-daerah pertambangan besar yang membutuhkan, seperti Morowali, Morowali Utara, Konawe, dan daerah Indonesia Timur lainnya. Kebijakan impor ugal-ugalan dari para menteri ini, yaitu Menko Perekonomian, Menaker, Menteri Perindustrian, dan khususnya Menteri Perdagangan melalui Permendag Nomor 8 Tahun 2023, membahayakan industri nasional dan mengancam PHK besar-besaran ratusan ribu orang buruh.

Partai Buruh dan KSPI memohon dengan tegas kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan impor ugal-ugalan dan liberalisasi importir di sektor industri tekstil, garmen, sepatu, elektronik elektrik, dan otomotif truk serta dump truk yang akan mematikan industri nasional dan menyebabkan ancaman PHK besar-besaran.

Bila keempat menteri tersebut tidak sanggup membangun industri nasional dan melindungi buruh dari ancaman PHK besar-besaran, maka sebaiknya diganti dan di-reshuffle sebelum ratusan ribu buruh benar-benar mengalami PHK akibat pabrik yang ada di Indonesia relokasi kembali ke negara asalnya atau negara lainnya.

Disampaikan Said Iqbal, Partai Buruh dan KSPI akan menggelar aksi besar-besaran di seluruh wilayah Indonesia sebelum memasuki bulan Ramadan dalam rangka untuk memperjuangkan kesempatan kerja bagi para buruh di Indonesia yang terancam menjadi korban PHK massal tersebut.

“Untuk meminta pemerintah melindungi buruh dari ancaman PHK besar-besaran dan membangun industri nasional yang kuat,” pungkas Iqbal.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.