Koma.id– Usia pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan mencapai 100 hari pada akhir Januari 2025. Momen ini menjadi sorotan tajam, mengingat sejumlah kebijakan yang diluncurkan selama periode tersebut memicu polemik di kalangan masyarakat.
Dalam upaya mengevaluasi kinerja pemerintahan baru ini, Center of Economic and Law Studies (Celios) merilis hasil survei yang menarik perhatian publik. Lembaga tersebut memberikan nilai 5 dari 10 untuk kinerja Prabowo di 100 hari masa pemerintahannya. Tidak hanya itu, putra sulung Presiden Joko Widodo yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, mendapat nilai lebih rendah, yakni 3 dari 10.
Penilaian ini dilakukan oleh 95 jurnalis yang berasal dari 44 lembaga pers kredibel, yang dipilih berdasarkan akses langsung serta kemampuan mereka dalam mengamati kinerja para pejabat negara. Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira Adhinegara, menyebutkan bahwa jurnalis dipilih karena peran mereka yang independen dan perspektif kritis dalam menilai kebijakan pemerintah.
IM57+ Desak KPK Usut Dugaan Amplop ke Menhut Raja Juli Sebagai Suap, Bukan Sekadar Gratifikasi
Beberapa kebijakan yang diambil pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi topik perdebatan hangat. Di antaranya, postur kabinet yang besar, yang dinilai kurang efisien oleh sejumlah pihak. Simpang siur terkait pengumuman Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12%, yang memicu kebingungan di masyarakat.
Program makan bergizi gratis, meskipun mendapat apresiasi, masih menuai kritik soal implementasinya.
Pernyataan kontroversial terkait “pengampunan koruptor” dan “sawit menyerap karbon”, yang dianggap tidak sejalan dengan upaya reformasi dan keberlanjutan lingkungan.








