Koma.id, Jakarta – Wacana Kepala Daerah dipilih DPRD masih memicu polemik, dan ada yang menyebut untung rugi. Ada yang bilang Indonesia kembali mundur karena pilkada melalui DPRD hanya akan menguntungkan elite.
Selain itu, sistem Pilkada tidak langsung belum tentu menghapus money politics dalam pelaksanaan pesta demokrasi.
Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel
Sementara itu, Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan Indef M Rizal Taufikurahman menilai bahwa evaluasi sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak memang dapat memberikan penghematan signifikan bagi anggaran negara.
Menurutnya, dengan mengganti mekanisme pemilihan, seperti melalui DPRD atau penggabungan pemilu nasional dan daerah, maka Negara mampu melakukan penghematan hingga 30% atau setara Rp10—12 triliun per siklus.











