Koma.id, Jakarta – Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menyebut, isu kepala daerah dipilih DPRD pasti mendapatkan sentimen negatif dari publik.
Menurutnya, hal ini adalah kemunduran demokrasi. Adi menyebut, wacana itu mengebiri hak politik rakyat karena pascareformasi pemilihan pemimpin dilakukan secara langsung, bukan perwakilan.
Dia melanjutkan, calon kepala daerah dipilih DPRD potensial melahirkan calon tunggal lantaran semua partai bakal berkongsi dengan siapapun pemenang pilpres atas nama koalisi besar.
Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
Sementara itu, mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso menyatakan setuju atas wacana pemilihan kepala daerah atau Pilkada dipilih melalui DPRD. Menurut Sutiyoso, pemilihan secara langsung membutuhkan biaya politik yang tak sedikit. Berbeda dengan pemilihan yang dilakukan oleh DPRD.










